Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kota Padang

Maigus Nasir Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Dibersihkan dalam Dua Hari

16
×

Maigus Nasir Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Dibersihkan dalam Dua Hari

Sebarkan artikel ini

PADANG, RELASIPUBLIK – Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau kondisi SDN 33 Rawang Barat di Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (4/8/2026), untuk memastikan proses pembersihan berjalan maksimal.

Saat tiba di lokasi, Maigus mendapati hampir seluruh lingkungan sekolah dan ruang kelas masih tergenang air bercampur lumpur. Kondisi tersebut membuat sekolah belum memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Maigus menegaskan percepatan pembersihan sekolah menjadi prioritas Pemerintah Kota Padang sesuai arahan Wali Kota Padang. Targetnya, seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah bersih dalam waktu dua hari sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, dalam dua hari ini seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah rampung dibersihkan, sehingga proses belajar mengajar bisa dimulai kembali,” ujar Maigus.

Ia menjelaskan banjir yang terjadi pada Senin (3/8/2026) tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 92 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMP di Kota Padang terdampak genangan banjir.

Menurut Maigus, untuk sementara kegiatan belajar mengajar masih diliburkan karena banyak guru dan siswa juga menjadi korban terdampak banjir.

“Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru dan murid yang juga terdampak banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kembali masuk sekolah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maigus juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dari BMKG. Berdasarkan prakiraan, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi pada 3–5 Agustus 2026, termasuk di wilayah Sumatera Barat.

“Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang di Kota Padang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan ini,” ungkapnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, unsur Forkopimca Padang Selatan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 33 Rawang Barat Shipta Hayadi, serta majelis guru SDN 33 Rawang Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *