Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Ketua DPRD Sumbar Lepas Satgas Pamtas RI

84
×

Ketua DPRD Sumbar Lepas Satgas Pamtas RI

Sebarkan artikel ini
Usai menggelar upacara, 400 personel satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG Yonif 133/YS, direncanakan berangkat pada hari Jumat (17/3) menuju Pelabuhan Dumai.(Foto dok/DW)

PADANG, RELASIPUBLIK- Ketua DPRD Sumbar Supardi mengikuti prosesi pelepasan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 133/Yudha Sakti (YS) di Mako Yonif 133/Yudha Sakti, Rabu (15/3).

Ratusan prajurit yang dilepas tersebut akan melaksanakan tugas pengaman perbatasan di wilayah Papua Barat.
Upacara pelepasan itu dihadiri Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Rayen Obersyl, Kapolda Sumbar diwakili Wakapolda Brigjen Pol Edi Mardianto dan Forkopimda Sumbar.

Terkait pelepasan ratusan prajurit tersebut Supardi mengatakan, semoga prajurit Yonif 133/YS yang menjalankan amanah mulia bertugas menjaga perbatasan negara berjalan lancar, selama disana terus diberikan kesehatan oleh Allah Swt.

Menjaga kedaulatan negara bukanlah tugas yang mudah, karena mengorbankan jiwa dan raga. Belum menahan rindu kepada keluarga yang selalu menanti kepulangan dengan selamat, itu sangat tidak mudah. Semoga terus dibawah lindungan Allah Swt.

“Segenap masyarakat Sumbar turut mendoakan untuk kesuksesan dan keberhasilan Satgas Pamtas Yonif 133/YS,” pungkasnya

Sementara itu Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Rayen Obersyl kepada media mengucapkan terimakasih atas support dan dukungan dari Forkopimda dalam pemberangkatan Satgas Yonif 133/YS.

“Mudah-mudahan Satgas Yonif 133/YS ini sukses dan berhasil dalam tugas, sehingga nanti kembali dapat diprioritaskan berangkat Satgas luar negeri,” harapnya.

Pati Bintang Satu itu juga berpesan kepada personel yang ditinggalkan untuk menjaga satuannya dan tidak membuat pelanggaran, sehingga personel yang melaksanakan tugas tetap fokus dan tidak terganggu.

Hal senada juga disampaikan Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto.
Dia menekankan pentingnya selalu memegang teguh sumpah prajurit. Selama di daerah operasi, seluruh prajurit jangan berbuat kesalahan.

“Jangan lari dari daerah operasi. Yang sudah menikah dan belum menikah jangan berbuat asusila dan juga menebar hutang, karena biaya hidup kalian sudah ditanggung negara termasuk untuk keluarga kalian,” pesannya.

Selain itu, wakapolda juga menekankan bahwa di sana, mereka tidak sendiri.
Tapi juga bersama-sama dengan petugas keamanan lain, diantaranya Polisi. Untuk itu, diminta saling berkoordinasi dan berkolaborasi demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. **

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *