SUMBAR, RELASI PUBLIK – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang mampu menjawab tantangan zaman. Momentum peringatan Hari Koperasi ke-79 dijadikan sebagai titik kebangkitan gerakan koperasi agar semakin modern, profesional, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Vasko saat memimpin upacara peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, koperasi yang sehat dan kuat memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat, mempersempit kesenjangan ekonomi, serta memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana dicita-citakan Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat berkoperasi dan menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
“Saya mengucapkan selamat Hari Koperasi ke-79 kepada seluruh insan perkoperasian di Sumatera Barat. Semoga peringatan ini membangkitkan kembali semangat berkoperasi dan menjadikan koperasi sebagai wadah ekonomi utama masyarakat,” ujar Vasko.
Pada kesempatan tersebut, Vasko juga membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.” Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah pembentukan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui penguatan akses pembiayaan, pemasaran produk lokal, serta pemangkasan rantai distribusi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong koperasi bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga ekonomi konvensional, tetapi harus mampu memanfaatkan digitalisasi guna meningkatkan pelayanan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.
“Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama yang menganggap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno. Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, kecerdasan buatan, analisis data, dan platform digital untuk memperluas pasar,” kata Vasko saat membacakan amanat Menteri Koperasi.
Menutup sambutannya, Vasko mengajak seluruh insan koperasi untuk memperkuat tata kelola organisasi, memperluas kolaborasi, serta melibatkan lebih banyak generasi muda dalam membangun koperasi yang modern, inovatif, dan berdaya saing.
“Saya mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak ragu bergabung dan berkarya melalui koperasi. Masa depan koperasi berada di tangan generasi yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki semangat kolaborasi,” tuturnya.
Upacara Hari Koperasi ke-79 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, para asisten, staf ahli gubernur, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, Ketua beserta jajaran Dekopinwil dan Dekopinda kabupaten/kota se-Sumbar, serta para pelaku koperasi dari berbagai daerah. (adpsb/cen/bud)













