PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Warisan budaya dan kreativitas modern berpadu dalam Sawahlunto International Songket Carnival (SISSCa) 2026. Kegiatan yang digelar Sabtu (5/9/2026) malam tersebut menjadikan songket Silungkang sebagai pusat perhatian sekaligus simbol kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menjadi salah satu kepala daerah yang hadir menyaksikan perhelatan tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi Kota Sawahlunto dalam menjadikan songket Silungkang sebagai bagian dari pengembangan budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
SISSCa tahun ini mengangkat tema “Innovation is Luxury”. Tema tersebut membawa pesan bahwa kain tradisional dapat terus bertransformasi menjadi karya yang relevan dengan perkembangan industri kreatif.
Songket Silungkang tidak hanya ditampilkan sebagai kain tradisional. Dalam event tersebut, songket dikembangkan menjadi berbagai bentuk karya fashion yang memiliki tampilan modern dan karakter yang kuat.
Hendri melihat peluang besar dari pengembangan produk budaya tersebut. Ia berharap songket Silungkang dan produk turunannya dapat semakin dikenal masyarakat luas hingga memiliki daya saing di pasar global.
Menurutnya, pengembangan budaya juga harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ketika produk budaya dikemas secara kreatif, peluang bagi pelaku usaha dan sektor ekonomi kreatif untuk berkembang juga semakin terbuka.
Selain mendorong produk lokal, event seperti SISSCa dinilai memiliki peran dalam memperkuat promosi pariwisata. Kehadiran wisatawan dan pengunjung dalam kegiatan budaya dapat memberikan efek terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Tahun ini merupakan kali kelima SISSCa masuk dalam Kalender Event Nusantara. Sementara itu, kegiatan yang digelar di Sawahlunto tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-12.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan SISSCa kini telah berkembang menjadi ruang strategis untuk mempromosikan songket Silungkang. Selain memperkenalkan budaya, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi kreativitas dan promosi destinasi wisata.
Parade busana menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam gelaran tersebut. Sebanyak 74 peserta menampilkan kostum kreatif berukuran besar dan spektakuler yang menggunakan tenun songket sebagai bahan dasar.
Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat Zefnihan yang mewakili Gubernur Sumbar turut memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan SISSCa. Ia menilai masuknya event tersebut dalam Kalender Event Nusantara menunjukkan potensi budaya lokal untuk mendukung pariwisata dan perekonomian daerah.
Perpaduan antara tradisi dan inovasi menjadi kekuatan utama SISSCa 2026. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, songket Silungkang tidak hanya dapat bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi bagian penting dari industri kreatif dan pasar global.(gito)













