Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Bawaslu Sumbar Launching Pendidikan Pengawas Partisipatif di Pessel

4
×

Bawaslu Sumbar Launching Pendidikan Pengawas Partisipatif di Pessel

Sebarkan artikel ini
Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Pesisir Selatan, Selasa (16/6/2026).

PAINAN, RELASI PUBLIK – Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara resmi meluncurkan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan yang digelar di Media Center Kantor Bawaslu Pesisir Selatan, Selasa (16/6/2026), mengusung tema “Hijrah Pengawasan, Menyalakan Semangat Baru untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.”

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif tersebut menjadi salah satu strategi Bawaslu dalam memperkuat keterlibatan masyarakat untuk mengawal demokrasi dan menjaga integritas Pemilu menuju 2029.

Pengawas Partisipatif Perkuat Kolaborasi Bawaslu dan Masyarakat

Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif bertujuan membangun kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, melalui program Pengawas Partisipatif, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengawasan pemilu dan memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kualitas demokrasi.

“Melalui P2P, kami ingin membangun semangat bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan Pemilu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 24 peserta dengan menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan,” ujar Rinaldi.

Bawaslu Pessel Kembangkan Program Pengawas Partisipatif

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan bahwa pada masa nontahapan Pemilu, pihaknya terus mengembangkan berbagai program Pengawas Partisipatif melalui kegiatan edukasi dan literasi demokrasi.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain Kelas Pemilu, Radio Bawaslu Mangudara, serta Podcast Baraja Pemilu yang ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Selain itu, Bawaslu Pesisir Selatan juga terus melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekretariat melalui berbagai kegiatan penguatan teknis.

“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan hingga menjangkau seluruh wilayah Pesisir Selatan,” kata Afriki.

Pengawas Partisipatif Penting Jaga Integritas Pemilu

Kegiatan launching Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 secara resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi.

Dalam sambutannya, Khadafi memberikan apresiasi atas komitmen Bawaslu Pesisir Selatan dalam mengembangkan program Pengawas Partisipatif sebagai sarana meningkatkan kesadaran demokrasi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat dinamika geopolitik nasional maupun global.

“Situasi geopolitik yang berkembang saat ini memiliki keterkaitan dengan demokrasi dan pemilu. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan integritas pemilu,” ujarnya.

Khadafi berharap para peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi agen penyebarluasan informasi kepemiluan dan demokrasi di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses revisi Undang-Undang Pemilu yang baru. Karena itu, berbagai masukan dari peserta terkait isu politik uang, hoaks, dan politisasi SARA dinilai penting sebagai bahan penyempurnaan regulasi kepemiluan di masa mendatang.

“Masukan terkait politik uang, hoaks, dan politisasi SARA sangat penting untuk menjadi bahan perbaikan dalam penyusunan undang-undang Pemilu ke depan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *