Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Proyek Parit Miring Bungo Pasang Dikritik: Papan Proyek Tak Terlihat, Pekerjaan Kini Terbengkalai

7
×

Proyek Parit Miring Bungo Pasang Dikritik: Papan Proyek Tak Terlihat, Pekerjaan Kini Terbengkalai

Sebarkan artikel ini
Proyek pembangunan parit miring yang berada di wilayah Nagari Bungo Pasang dikerjakan oleh PT Berantas.

Pessel,RelasiPublik.com–Pembangunan parit miring di wilayah Nagari Bungo Pasang, Kabupaten Pesisir Selatan, menuai kritikan dari warga setempat.

Proyek yang seharusnya menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat tersebut disebut kini dalam kondisi terbengkalai.

Salah seorang warga, Eman (45) mengatakan, papan informasi proyek tidak ditemukan di lokasi, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, berapa nilai anggarannya, sumber dana, waktu pelaksanaan, hingga target penyelesaiannya.

“Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan bagi kami l. Proyek pemerintah yang menggunakan uang negara semestinya dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat, termasuk informasi dasar mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan,” ujarnya.

Di tengah minimnya informasi tersebut, sejumlah warga bahkan menyebut pekerjaan itu sebagai proyek seluman, karena identitas dan informasi proyek tidak terlihat secara jelas di lapangan. Namun, istilah tersebut merupakan penilaian masyarakat dan belum dapat dimaknai sebagai bukti adanya pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Warga lainnya, Sapar (57) mengatakan, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi pekerjaan yang disebut tidak lagi berjalan. Jika benar proyek tersebut berhenti sebelum pekerjaan selesai, masyarakat tentu berhak mengetahui penyebabnya.

“Apakah pekerjaan dihentikan karena persoalan kontrak? Apakah masa pelaksanaan telah berakhir? Apakah terjadi kendala teknis atau administrasi? Atau masih terdapat kewajiban pekerjaan yang belum diselesaikan oleh pihak pelaksana? Kami ingin tau persoalnnya,” Tanyanya.

Pertanyaan tersebut penting dijawab karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran publik, tegasnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Nagari Bungo Pasang dan instansi terkait tidak membiarkan persoalan tersebut menjadi tanda tanya berkepanjangan.

Informasi mengenai nama kegiatan, sumber anggaran, pagu dan nilai kontrak, nomor kontrak, pelaksana, konsultan pengawas, volume pekerjaan, masa pelaksanaan, serta progres fisik dinilai perlu dibuka kepada masyarakat.

Apabila proyek tersebut bersumber dari APBD atau APBN masyarakat sebagai bagian dari pengawas eksternal memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan dan sejauh mana hasil pembangunannya.

Terlebih lagi, kata Sapar, keberadaan papan informasi proyek merupakan salah satu sarana penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Dori (38) warga setempat mengungkapkan, kondisi proyek yang disebut terbengkalai juga layak menjadi perhatian Aparat Penegek Hukum (APH) atau BPKP maupun pihak terkait lainnya untuk memastikan kesesuaian antara realisasi anggaran dengan realisasi fisik.

Ia menambahkan, pemeriksaan diperlukan untuk menjawab apakah pekerjaan telah sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis, berapa persen progres fisiknya, berapa anggaran yang telah dibayarkan, serta apakah masih terdapat kewajiban penyelesaian pekerjaan.

Jika seluruh pekerjaan ternyata telah sesuai kontrak, tentu pemerintah dapat memberikan penjelasan berdasarkan data. Namun, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara pembayaran dengan hasil pekerjaan, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proyek ini adalah kepentingan untuk masyarakat jangan anggap sepeleh lah ini uang negera kami punya hak bertanya dan mengawasinya,” ujarnya.

Wali Nagari Bungo Pasang, Basriwanto, menyebutkan bahwa proyek pembangunan parit miring yang berada di wilayah Nagari Bungo Pasang dikerjakan oleh PT Berantas.

“Setahu saya, pekerjaan parit miring tersebut dikerjakan oleh PT Berantas,” ujar Basriwanto saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Basriwanto juga menyampaikan bahwa terkait detail teknis pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, serta status pelaksanaan proyek, informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi kepada instansi atau pihak yang menangani kegiatan tersebut.

“Saat mereka membangun iya pernah suratnya masuk ke Nagari dan mereka meminta untuk bekerjasama tentang material dan saya arahkan kepada Kepala Kampung, karena kepala kampung punya armada untuk kegiatan itu,” ujarnya,(min)