Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padangpanjang

Dari Kompos hingga Bank Sampah, TPL Susun Strategi Kelola Sampah Bersama Warga

2
×

Dari Kompos hingga Bank Sampah, TPL Susun Strategi Kelola Sampah Bersama Warga

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Pengelolaan sampah di Kelurahan Tanah Pak Lambik (TPL), Kecamatan Padang Panjang Timur, mulai diarahkan untuk melibatkan masyarakat sejak dari sumbernya. Bersama Universitas Negeri Padang (UNP), kelurahan menyusun sejumlah pilihan program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

Kolaborasi tersebut menghasilkan pemetaan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan secara bertahap. Program itu mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos, pembuatan biopori, gotong royong, lomba kebersihan lingkungan, hingga pengembangan bank sampah.

Rencana lainnya adalah pengadaan mesin pres yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah anorganik. Pengembangan program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari agenda jangka panjang kelurahan.

Lurah TPL Romi Saputra mengatakan pemetaan bersama UNP memberikan gambaran mengenai program yang realistis untuk diterapkan. Kemampuan masyarakat dan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kegiatan.

Ia berharap masyarakat mulai memahami bahwa sampah tidak selalu identik dengan sesuatu yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah dapat digunakan kembali dan bahkan memiliki nilai ekonomi.

Menurut Romi, keterlibatan warga merupakan unsur penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Penanganan tidak bisa hanya mengandalkan proses pengangkutan, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dihasilkan.

Kelompok Sadar Lingkungan atau Pokdarling kemudian disiapkan sebagai salah satu penggerak masyarakat. Kelompok ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan warga dalam menjaga kebersihan sekaligus menjalankan pengelolaan sampah.

Pemetaan aspirasi warga menunjukkan adanya prioritas yang berbeda untuk setiap program. Bank sampah memperoleh 11 aspirasi, pengadaan mesin pres enam aspirasi, sementara pengolahan kompos mendapatkan lima aspirasi.

Untuk kegiatan jangka pendek, masyarakat menilai pengolahan kompos, pembuatan biopori, lomba kebersihan, dan gotong royong lebih mudah dilakukan. Program-program tersebut dapat menjadi langkah awal sebelum pengembangan sistem yang membutuhkan dukungan sarana lebih besar.

Ketua Tim Pengabdi UNP Adil Mubarak mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai proses belajar bersama masyarakat. Pembentukan Pokdarling diharapkan menjadi awal dari gerakan warga yang dapat terus berjalan setelah program pengabdian selesai.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga memperoleh materi mengenai peran Pokdarling, penguatan organisasi, penyusunan rencana aksi, serta penyusunan standar operasional prosedur pengelolaan sampah berbasis komunitas. Warga kemudian mengikuti sesi brainstorming untuk mengidentifikasi persoalan dan potensi lingkungan mereka.

Dukungan pemerintah daerah diberikan melalui Dinas Perkim LH. Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan, Tim Pengabdi UNP juga menyerahkan dua bundel Pedoman Operating Manual Pokdarling Tanah Pak Lambik yang mencakup mekanisme kerja, persampahan, administrasi, keuangan, kemitraan, serta monitoring dan evaluasi.(gito)