Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padang

Polda Sumbar Ingatkan Anggota Tak Arogan dan Mampu Kendalikan Emosi

9
×

Polda Sumbar Ingatkan Anggota Tak Arogan dan Mampu Kendalikan Emosi

Sebarkan artikel ini
oplus_0

PADANG, RELASIPUBLIK – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengingatkan seluruh personelnya agar mampu mengendalikan emosi, tidak bersikap arogan, serta tetap mengedepankan profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Penegasan tersebut disampaikan Wakapolda Sumbar Irjen Pol Solihin dalam jumpa pers di ruang Wakapolda Sumbar, Senin (10/8/2026). Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya kasus perselisihan antara seorang pengemudi, Bill Irzano (23), dengan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumbar Kombes Pol Teddy Fanani di media sosial.

Solihin mengatakan setiap anggota kepolisian harus mampu bersikap dewasa dan menahan diri ketika menghadapi persoalan di lapangan.

“Harus dewasa, menahan diri, emosi, dan profesional,” ujar Solihin.

Menurutnya, pejabat utama Polda Sumbar memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memberikan contoh yang baik kepada seluruh anggota maupun masyarakat.

“Pejabat utama kami harus memberikan contoh,” katanya.

Solihin juga memastikan persoalan antara Bill Irzano dan Teddy Fanani telah diselesaikan melalui kesepakatan damai. Laporan yang sebelumnya disampaikan Bill ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar juga telah dicabut.

“Proses di Propam, laporan dicabut dan selesai,” ujar Solihin.

Kapolda Sumbar: Arogansi Bisa Menurunkan Kepercayaan Masyarakat

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa tindakan arogan dan emosional anggota kepolisian dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat.

“Tindakan arogansi dan emosional akan menurunkan kepercayaan masyarakat,” kata Djati melalui pesan WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Djati mengatakan kedua pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan melalui jalan damai. Pihak Bill juga telah mencabut pengaduan yang sebelumnya dibuat.

“Tadi malam sudah ada kesepakatan dari dua pihak untuk menempuh jalan damai,” ujarnya.

Menurut Djati, perkara tersebut merupakan delik aduan. Dengan dicabutnya pengaduan, proses penanganan perkara dinyatakan selesai.

Meski demikian, Djati menegaskan bahwa penyelesaian secara damai tetap menjadi bahan pembelajaran bagi jajaran kepolisian.

Ia meminta seluruh personel Polda Sumbar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjalankan tugas secara profesional.

“Saya tekankan kepada semua personel Polda Sumbar, berikan layanan terbaik dan tindakan secara profesional,” katanya.

Berawal dari Perselisihan di Jalan

Perselisihan tersebut bermula ketika Bill Irzano menyalip mobil yang ditumpangi Teddy Fanani dari sebelah kiri di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Teddy menyebut kendaraannya hampir tertabrak setelah Bill menyalip dari sisi kiri dan kembali masuk ke jalur kanan. Ia kemudian meminta sopirnya mengejar kendaraan Bill yang meninggalkan lokasi.

Setelah kendaraan Bill dihentikan, terjadi cekcok antara Bill dan rombongan polisi. Bill kemudian mengaku mengalami pemukulan hingga kacamatanya patah.

Video kejadian tersebut selanjutnya beredar luas di media sosial. Bill juga melaporkan kejadian itu ke Propam dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar.

Namun, Teddy membantah melakukan pemukulan. Ia menyatakan telah meminta anggotanya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap Bill.

Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Perselisihan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Bill bersama keluarganya bertemu dengan Teddy Fanani di salah satu restoran di kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu (9/8/2026) malam.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Bill juga menyatakan akan mencabut laporan yang sebelumnya telah dibuat.

Teddy kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Bill, keluarga, serta masyarakat luas.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bill dan keluarga, dan juga kepada masyarakat luas,” kata Teddy.

Teddy mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan introspeksi bagi dirinya. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa.

Sementara itu, ibu Bill, Susi Suzanna (52), mengatakan keluarganya tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut.

Meski telah diselesaikan melalui perdamaian, Susi berharap kepolisian melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Cukuplah kita terakhir yang jadi korban,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *