Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DAERAHKabupaten Solok

Cegah Infeksi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unand Bekali Siswa SD di Nagari Guguk dengan Keterampilan Perawatan Luka

5
×

Cegah Infeksi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unand Bekali Siswa SD di Nagari Guguk dengan Keterampilan Perawatan Luka

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Solok, Relasipublik – Kecelakaan kecil saat bermain adalah hal yang lumrah dialami oleh anak-anak usia sekolah dasar. Terjatuh saat berlari, tergores ranting pohon, atau lecet karena bersenggolan dengan teman seringkali menjadi pemandangan sehari-hari di lingkungan sekolah. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika luka-luka ringan tersebut tidak ditangani dengan benar, maka risiko infeksi dan komplikasi kesehatan lainnya dapat mengintai. Berangkat dari realitas inilah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di Nagari Guguk, Kabupaten Sijunjung, merancang sebuah program kerja kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Program yang diberi judul “Perawatan Luka” ini secara khusus menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 05 Guguk yang terlaksana pada Rabu 22 Juni 2026  dan SDN 18 Nagari Guguak terlaksana pada Jumat 24 Juni 2026. Sebagai luaran dari rumpun ilmu kesehatan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani luka ringan secara mandiri dan aman sebelum mendapatkan bantuan medis profesional.

Pemilihan target siswa kelas tinggi, yaitu kelas 4 hingga 6, didasarkan pada pertimbangan bahwa anak-anak pada rentang usia ini sudah memiliki kemampuan motorik dan pemahaman kognitif yang cukup untuk mempelajari prosedur sederhana perawatan luka. Selain itu, anak-anak di usia ini juga cenderung lebih aktif bergerak dan bermain di luar ruangan, sehingga risiko mengalami cedera fisik menjadi lebih tinggi. Mahasiswa KKN Unand di Nagari Guguk Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung menyadari bahwa selama ini, ketika anak-anak mengalami luka ringan, reaksi spontan mereka seringkali salah, seperti mengelap luka dengan tangan kotor, meniupnya, atau bahkan mengabaikannya sama sekali. Padahal, tindakan-tindakan tersebut justru dapat memperparah kondisi luka dan membuka jalan bagi masuknya kuman penyakit yang dapat berakibat pada infeksi. Oleh karena itu, melalui program ini, tim KKN Unand bertekad untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan memberikan pemahaman ilmiah yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Kegiatan sosialisasi dimulai dengan sesi pengenalan konsep dasar tentang apa itu luka. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh ilustrasi, mahasiswa kesehatan menjelaskan bahwa luka adalah rusaknya jaringan kulit yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti benturan, gesekan, atau benda tajam. Para siswa diajak untuk mengamati bagian-bagian kulit mereka sendiri dan memahami bahwa kulit adalah pelindung pertama tubuh dari kuman. Setelah pemahaman ini terbangun, sesi dilanjutkan dengan edukasi mengenai klasifikasi luka. Mahasiswa dengan tegas mengajarkan kepada para siswa untuk membedakan mana jenis luka yang bisa dirawat sendiri dan mana yang harus segera mendapat penanganan medis. Luka ringan seperti lecet, goresan kecil, atau luka sayat dangkal dijelaskan sebagai jenis luka yang dapat diatasi dengan pertolongan pertama sederhana. Sementara itu, luka yang dalam, berdarah banyak, disebabkan oleh gigitan hewan, luka disertai benda asing tertancap atau luka yang menandakan infeksi harus segera dilaporkan kepada guru atau orang tua untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Pemahaman tentang batasan ini menjadi sangat penting agar anak-anak dapat mengetahui kapan harus meminta bantuan orang dewasa.

Memasuki inti kegiatan, suasana kelas berubah menjadi lebih dinamis dan interaktif karena para mahasiswa mengajak siswa untuk mempraktikkan langsung teknik perawatan luka secara sederhana. Setiap siswa dibekali dengan peralatan dasar seperti kassa steril, plester, dan cairan antiseptik . Di bawah bimbingan mahasiswa KKN Unand yang berasal dari program studi keperawatan, mereka diajarkan langkah-langkah prosedur yang benar, mulai dari mencuci tangan 6 langkah yang ditetapkan WHO, membersihkan luka dengan aliran air bersih, mengoleskan antiseptik secara hati-hati, hingga menutup luka dengan kassa steril dan plester agar terlindungi dari kotoran. Para siswa yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok dan dibekali dengan kakak fasilitator dengan penuh semangat mengikuti setiap tahapan, saling membantu satu sama lain dan bahkan memeragakan praktik tersebut pada teman sekelasnya yang berperan sebagai pasien. Praktik langsung ini terbukti sangat efektif karena anak-anak tidak hanya mendengar teori, tetapi juga merasakan sensasi dan gerakan nyata dalam merawat luka, sehingga pengetahuan tersebut akan lebih melekat dalam ingatan mereka.

Sambutan hangat dan apresiasi yang tinggi datang dari pihak sekolah atas terselenggaranya program ini. Kepala sekolah dan para guru di SDN 05 Guguk dan SDN 18 Nagari Guguak  menilai bahwa basic ilmu perawatan luka yang diberikan oleh mahasiswa KKN Unand sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari siswa. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang guru dari SDN 18 Nagari Guguk, Ibu Ayu Fitri, S.Pd, “Program ini sangat bagus, anak-anak menjadi lebih tahu tentang merawat luka. Apalagi di sini ada dokter kecil, jadi terbantu nanti.” Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran program ini menjadi jawaban atas celah pengetahuan tersebut. Sementara itu, di SDN 05 Guguk, majelis guru juga mengapresiasi kegiatan ini, “Ibu mengucapkan terimakasih banyak karena perawatan luka ini sangat perlu sekali dipelajari oleh anak SDN 05. Karena berdasarkan kejadian sebelumnya banyak yang terluka, tapi dokter kecil tidak paham apa tindakan yang harus dilakukan,” kata Helda Febriani, S.Pd.

Lebih dari itu, program “Perawatan Luka” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN ini juga dinilai sebagai dukungan nyata terhadap program “Dokter Kecil” yang telah digalakkan di sekolah. Dokter kecil adalah siswa-siswa terpilih yang dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pertolongan pertama dan promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan adanya sosialisasi ini, para .dokter kecil mendapatkan penyegaran materi dan praktik tambahan yang memperkaya kompetensi mereka. Bahkan, beberapa siswa yang tergabung dalam dokter kecil mengaku bahwa mereka merasa lebih percaya diri dan siap untuk membantu teman-temannya yang mengalami luka ringan setelah mengikuti kegiatan ini, “Bisa dicoba kalau ada luka nanti kak,” kata salah seorang dokter Kecil, Gisel saat kami mintai pendangannya.

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan teknis, program ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri. Anak-anak diajarkan bahwa menolong teman yang terluka adalah perbuatan mulia, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan tidak membahayakan. Mahasiswa KKN Unand juga mengingatkan bahwa perawatan luka yang baik adalah langkah preventif untuk mencegah infeksi yang dapat mengganggu aktivitas belajar dan bermain mereka. Sebagai penutup, tim KKN berharap bahwa pengetahuan yang telah dibagikan akan terus dipraktikkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan ditularkan kepada adik-adik kelas atau anggota keluarga di rumah. Dengan demikian, manfaat dari program ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga merambah ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas, sejalan dengan semangat pengabdian KKN Unand yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat di Nagari Guguk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *