KEBUMEN, RELASI PUBLIK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bersama Pemerintah Desa Kedungweru dan Puskesmas Ayah I menggelar sosialisasi pencegahan stunting pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan, serta pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Sosialisasi tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Peserta kegiatan terdiri atas ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, pemuda Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Dalam sosialisasi tersebut, tenaga kesehatan dari Puskesmas Ayah I, Zuhud Nur Rosyid, menyampaikan materi mengenai pengertian stunting, penyebab, dampak jangka panjang, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan sampai anak memasuki usia balita.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi anak, pola makan balita, hingga penerapan pola asuh yang tepat dijawab langsung oleh narasumber. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi mengenai pencegahan stunting masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.
Melalui diskusi tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ulva Milda Tis’ana, berharap sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
> “Besar harapan saya, kegiatan ini dapat menjadi pengetahuan dan bekal bagi masyarakat dalam memperhatikan anak-anak mereka. Semoga ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, Pemerintah Desa Kedungweru, Puskesmas Ayah I, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat terus berjalan secara berkesinambungan sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa.
(MSA)













