PASAMAN, RELASI PUBLIK – Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyalurkan langsung bantuan kebencanaan kepada warga terdampak angin puting beliung di Jorong Padang Kubu, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari.
Penyaluran bantuan yang dilakukan pada Rabu (25/2/2026) tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah atas bencana yang terjadi dua hari sebelumnya.
Bencana angin puting beliung mengakibatkan sebanyak 29 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Welly menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi bencana.
“Pemerintah daerah bersama BPBD, pemerintah provinsi, dan Baznas telah menyalurkan bantuan logistik, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi terpal, mi instan, beras, air mineral, paket bubur, susu, garam, bumbu makanan, serta paket sembako bagi seluruh warga terdampak.
Terpal diprioritaskan bagi tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat dan tidak dapat ditempati karena atapnya diterbangkan angin.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, menjelaskan bahwa dari total 29 rumah terdampak, tujuh unit mengalami rusak berat dan tidak bisa dihuni.
“Sebanyak tujuh unit rumah tidak bisa ditempati karena atapnya diterbangkan angin, sementara 19 unit lainnya mengalami kerusakan pada bagian teras dan dapur,” jelasnya.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan dua tiang listrik milik PLN tumbang ke badan jalan dan tiga tiang lainnya dalam kondisi miring.
Hingga saat ini, sebagian atap rumah warga yang diterbangkan angin belum ditemukan. Sejumlah rumah masih dalam kondisi terbuka.
Warga yang rumahnya tidak dapat ditempati untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Total warga terdampak tercatat sebanyak 29 kepala keluarga (KK).
Mardianto menambahkan, Tim TRC/Pusdalops PB BPBD Kabupaten Pasaman bersama Babin Nagari, Babinsa, serta aparat nagari telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, pembersihan material, dan dokumentasi.
Pihaknya memastikan penanganan dan pemantauan di lapangan terus dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. (spa)












