Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMASENI & BUDAYATERBARU

Bimtek Bundo Kanduang Sumbar Tekankan Peran Cegah Narkoba

40
×

Bimtek Bundo Kanduang Sumbar Tekankan Peran Cegah Narkoba

Sebarkan artikel ini
foto bersama peserta bimtek bundo kanduang di Bukittinggi
Foto bersama peserta dan narasumber kegiatan Bimtek Bundo Kanduang di Bukittinggi.

BUKITTINGGI, RELASI PUBLIK – Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas Bundo Kanduang ini dilakukan dalam rangka menyiapkan dan mengerakkan Kaum Bundo Kanduang untuk peduli dan ikut memberikan kontribusi nyata dalam mencegah bahaya narkorba dan sejenisnya, serta bahaya prilaku sex bebas menyimpang LGBT di nagarinya masing-masing.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ir. Hj. Neldaswenti, MSi pada saat menutup acara Bimbingan Teknis ( Bimtek) peningkatan kapasitas Bundo Kanduang dengan tema Warih Ba Jawek, Pusako Ba Tolong, Titian Jan sampai Lapuk, Sabtu siang (18 April 2026).

Anggota DPRD Sumbar tersebut menyatakan tidak mampu bekerja sendiri lagi dalam melihat dan ancaman perkembangan prilaku generasi muda amat tidak cocok dengan adat dan budaya luhur kita, minangkabau.
“Bundo Kanduang merupakan sosok tokoh pertama yang dekat dengan anak, bagaimana mempersiapkan anak yang baik sesuai dengan falsafah ABS-SBK. Tantangan, ancaman dahsyat narkoba, LGBT dan penyakit masyarakat lainnya jika tidak siap secara dini, tentu anak kita generasi muda akan mudah terpengaruh, dan abai dengan budayanya sendiri,” ujarnya Neldaswenti.

Neldaswenti menyatakan, rasa-rasa tanggungjawab membentengi keluarga dan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang semata, akan tetapi butuh perhatian banyak orang dan elemen masyarakat lainnya tanpa terkecuali.

“Khususnya untuk daerah Padang Ganting, salah satu sendi Minangkabau dikenal dengan Tuan Kadhi Padang Ganting adalah gelar historis untuk tokoh adat dan agama di Nagari Padang Ganting, Tanah Datar, yang berperan sebagai hakim syariat dan penasihat Raja Pagaruyung sekitar abad ke-17, tentu nilai-nilai budaya ini perlu dijaga bersama-sama,” ungkapnya.

Neldaswenti juga mengungkapkan, perlu perhatian pemerintah daerah menjadi Rumah Tuan Kadhi sebagai cagar budaya yang perlu dilestarikan sebagaimana mestinya. Karena simbol Tuan Kadhi jangan hanya menjadi bahan cerita pendidikan semata, akan tetapi wujudnya dapat dilihat dan menjadi pembelajaran.

“Kita berharap pada pelaksanaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat, bulan depan membicarakan ini sesuai dengan tatanan aturan perundang-undangan yang berlaku,” harapnya.

Kadis Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Sejarah, Adat dan Nilai-Nilai Tradisi ( Jarahnitra) Zardi Syahrir, SH.MM dalam kesempatan itu juga menyampaikan, segala retorika dan pemikiran keprihatinan ini perlu diwujudkan dalam semangat monumental yang kuat, secara bersama-sama Bundo Kanduang, pemangku adat ninik mamak, tokoh-tokoh masyarakat dan generasi muda.

“Butuh suatu tempat baik secara kelembagaan, aktifitas nyata yang lebih kongkrit, seperti misalnya rumah Tuan Kadhi jadikan simbol aktifitas pelestarian budaya kepada masyarakat. Sehingga ada tempat atau wadah belajar, perpustakaan budaya dan kegiatan keagamaan yang mampu memberikan arti dan makna akan nilai-nilai budaya dipahami secara baik oleh banyak orang,” gagasnya.

Zardi juga menyatakan amat mensuport pembuatan buku tentang sejarah Tuan Kadhi Padang Gantiang baik secara historis maupun melalui penelitian para pakar kebudayaan dan nilai-nilai tradisi baik dari perguruan tinggi maupun oleh para tokoh-tokoh adat yang ada tahu dan paham akan semua itu.

“Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat akan selalu mensuport akan upaya pelestarian nilai-nilai kebudayaan Minangkabau dan kebudayaan lainnya di Sumatera Barat, sehingga generasi muda kita dapat mengetahui tradisi budaya mereka sendiri secara baik dan benar. Lestarikan nilai-nilai budaya untuk jaga jatidiri bangsa,” katanya.

Zardi juga harapkan, semua pemberlajaran yang diberikan para narasumber hebat Sumbar dalam kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas Bundo Kanduang ini dapat dijadikan ilmu pengetahuan dan informasi untuk juga disampaikan oleh setiap peserta kepada banyak orang ditempat mereka berada sebagai wujud berbagai ilmu, berbagi pengalaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *