Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPENDIDIKANPERISTIWATERBARU

Pariwisata Halal Sumbar Diteliti Mahasiswa UPI di Relasi Publik

12
×

Pariwisata Halal Sumbar Diteliti Mahasiswa UPI di Relasi Publik

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UPI Bandung wawancara penelitian pariwisata halal di kantor redaksi RelasiPublik Padang
Mahasiswa Program Doktor dan Magister Manajemen UPI Bandung saat melakukan wawancara penelitian mengenai pariwisata halal berkelanjutan dengan redaksi RelasiPublik.com di Kota Padang, Senin (9/3/2026).

PADANG, RELASI PUBLIKMahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melakukan kunjungan ke kantor redaksi media online Relasipublik.com di Kota Padang, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penelitian akademik terkait pengembangan pariwisata halal berkelanjutan di Sumatera Barat.

Tim peneliti terdiri dari mahasiswi Program Doktor (S3) Program Studi Manajemen, Alfi Syahrah Siregar, serta mahasiswa Program Magister (S2) Program Studi Manajemen, Riadh Alfy. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pemimpin Umum RelasiPublik.com, Desrimayanto, yang didampingi staf redaksi Frengki Yhunaldi di ruang redaksi media tersebut.

Dalam sesi wawancara yang berlangsung hangat dan penuh diskusi, para peneliti menggali pandangan media mengenai peran pers dalam mendukung promosi destinasi wisata daerah, khususnya wisata halal yang menjadi salah satu keunggulan Sumatera Barat.

Diskusi tersebut mengangkat tema “Pariwisata Halal Berkelanjutan di Sumatera Barat.” Para mahasiswa menilai media memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemimpin Umum Relasipublik.com, Desrimayanto, menjelaskan bahwa media massa memiliki peran penting dalam membangun citra dan daya tarik destinasi wisata melalui publikasi yang informatif, edukatif, serta berkelanjutan.

Menurutnya, pemberitaan yang konsisten mengenai potensi wisata daerah dapat membantu memperluas jangkauan promosi serta meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Sumatera Barat.

Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya sejumlah kendala dalam upaya pengembangan sektor pariwisata daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan anggaran pemerintah dalam menunjang pembangunan sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata.

Selain itu, publikasi mengenai potensi wisata daerah dinilai masih belum maksimal, terutama karena minimnya kerja sama yang terbangun antara pemerintah daerah dan perusahaan pers.

“Media sebenarnya bisa menjadi mitra strategis dalam mempromosikan potensi wisata daerah. Dengan jangkauan informasi yang luas, perusahaan pers mampu memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat secara lebih efektif,” ujar Desrimayanto.

Ia menambahkan, jika kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan media massa dapat diperkuat, maka promosi destinasi wisata di Sumatera Barat akan semakin optimal dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

Melalui kunjungan dan wawancara tersebut, para mahasiswa berharap dapat memperoleh data serta perspektif praktis mengenai peran media dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Informasi yang dihimpun dari redaksi media ini akan menjadi bagian penting dalam penelitian akademik mereka mengenai pariwisata halal berkelanjutan di Sumatera Barat.

Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran serta rekomendasi strategis bagi pengembangan pariwisata daerah, khususnya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan media massa. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *