SUMBAR, RELASI PUBLIK — Komitmen penanggulangan kanker di Sumatera Barat memasuki babak baru. Sosok dr. Syamel Muhammad, SpOG, Subsp. Onk(K) resmi dikukuhkan sebagai pemimpin yayasan nirlaba bidang kanker tersebut. Momen saat Ketua YKI Sumbar dilantik berlangsung khidmat dalam rangkaian World Cancer Day Symposium 2026 di Hotel Mercure Padang, Sabtu (14/2/2026).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin langsung prosesi pengukuhan dengan menyematkan pin kepada dr. Syamel Muhammad beserta jajaran pengurus untuk periode 2026–2031. Pengukuhan ini diharapkan menjadi motor penggerak edukasi deteksi dini kanker di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa YKI adalah mitra strategis pemerintah yang bekerja di garda terdepan. Setelah Ketua YKI Sumbar dilantik, tugas besar menanti dalam upaya promotif dan preventif guna menekan angka kematian akibat kanker yang terus meningkat di Indonesia.
“Amanah ini bukan tugas yang ringan, namun merupakan tugas mulia karena menyangkut perjuangan kemanusiaan. Data menunjukkan kanker adalah penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, kita butuh kolaborasi nyata lintas sektor,” ujar Mahyeldi.
Berdasarkan data Globocan 2022, tercatat ada lebih dari 408 ribu kasus baru kanker di Indonesia. Jenis kanker seperti kanker payudara, leher rahim, dan paru masih mendominasi kasus kematian tertinggi. Kehadiran pengurus baru ini diharapkan mampu memberikan pendampingan psikososial bagi para penyintas.
Di sisi lain, Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit dan yayasan. Pasca Ketua YKI Sumbar dilantik, kerja sama dalam penguatan edukasi berbasis masyarakat harus segera dilakukan agar kasus kanker tidak lagi ditemukan dalam stadium lanjut.
“Kanker bukan hanya soal medis, tapi juga aspek ekonomi dan psikologis. Kami di rumah sakit terus meningkatkan teknologi terapi, namun upaya pencegahan melalui skrining dini tetap menjadi kunci utama yang harus didorong oleh YKI,” ungkap dr. Dovy.
Acara pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum YKI Pusat, Prof. Aru Wijaksono, dan jajaran pemangku kepentingan kesehatan lainnya. Pelantikan ini dianggap sebagai deklarasi moral bahwa seluruh elemen di Sumatera Barat bersatu berdiri bersama pasien dan keluarga penyintas.
Melalui kepemimpinan baru ini, YKI Sumbar ditargetkan mampu mengembangkan registri kanker daerah yang lebih akurat. Hal ini krusial untuk pemetaan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran di masa depan. Dengan resminya Ketua YKI Sumbar dilantik, harapan masyarakat untuk mendapatkan layanan pendampingan kanker yang lebih baik kini kian nyata. (Adpsb/nov/bud)














