Carut Marut Pekerjaan Penataan Kawasan Kumuh di Koto Pulai Kambang Timur

PESSEL, RELASIPUBLIK – Pekerjaan proyek Penataan Kawasan Kumuh di Kampung Koto Pulai Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang dilaksanakan oleh PT. Deficy Segar Pratama terkesan asal jadi .

Ada dugaan, kurangannya pengawasan dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan dan CV. Dirga Jaya Indo selaku Konsultan Pengawas, sehingga kegiatan yang bernilai sebesar Rp 2.335.348.000,- tersebut menuai banyak omelan dari masyarakat setempat.

Ironisnnya, Rekanan Pelaksana terindikasi melabrak spesifikasi teknis. Dimana pemasangan batu dalam kondisi berair, tanpa dilakukan penyedotan. Selain itu, adukan semen tak sesuai takaran sehingga pasangan pada saluran irigasi banyak mengalami keretakan.

Hal yang sama terjadi pada pekerajaan rabat beton gang jalan rumah masyarakat. Demikian pantauan dan Informasi yang berhasil dirangkum Relasipublik.com, Kamis (03/10) saat berkunjung kelokasi pekerjaan .

“Pekerjaan pasangan tidak menggunakan mesin molen dan kotak takaran, mereka mengaduk berdasarkan kemauannya saja. Mereka cari untung besar, tanpa memikirkan kualitas dan ketahanan pekerjaan,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya .

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas terkait untuk mengambil tindakan dan meningkatkan pengawasan atas pekerjaan tersebut . “Saat ini saluran irigasi mengalami banyak keretakan karena pemasangan batu kali tidak pakai kopor,” tuturnya .

Keretakan juga banyak terjadi pada pekerajaan rabat beton gang jalan rumah masyarakat. Bila ini dibiarkan, Kontraktor mendapatkan keuntungan besar, Pemerintah setempat bakal mengalami kerugian, tandasnya .

Hal senada dikatakan Niar (52th). Dia merasakan dirugikan oleh Pelaksana Kegiatan. Sebanyak 4 kubit kali miliknya, dipakai untuk pemasangan irigasi dan sampai saat belum ada kejelasannya .

Dia juga sangat menyayangi hasil pekerjaan, pada dinding dan lantai saluran irigasi tersebut sudah banyak yang rusak akibat terkikis air dan retak-retak . Menurutnya, pembangunan irigasi dikerjakan asal jadi saja.

Rekanan Pelaksana PT. Deficy Segar Pratama, Ari melalui hp selulernya ketika dikonfirmasi kepada Relasipublik.com membantah hal tersebut . Dia mengatakan, sudah bekerja sesuai sop dan penggalian yang mereka lakukan dengan kedalaman 30 cm .

Material batu, kami beli dari tambang (quary) di Balai Selasa . Untuk pengadukan semen, kami lakukan secara manual karena mesin molen, susah dibawa ke lokasi pekerjaan, katanya . (Adi kampai )