Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Warga Punggasan Timur Perbaiki Jalan Lima Sundai Singgulang

47
×

Warga Punggasan Timur Perbaiki Jalan Lima Sundai Singgulang

Sebarkan artikel ini
Warga Punggasan Timur gotong royong memperbaiki Jalan Lima Sundai Singgulang
Warga bersama Pemerintah Nagari Punggasan Timur melakukan gotong royong memperbaiki Jalan Lima Sundai Singgulang, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Rabu (28/1/2026).

PUNGGASAN TIMUR — Warga Punggasan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat pada Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di ruas Jalan Lima Sundai Singgulang yang mengalami kerusakan dan kerap digunakan masyarakat, khususnya para peladang.

Gotong royong tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Punggasan Timur, Arif Jumardi, bersama seluruh kepala kampung se-Nagari Punggasan Timur. Puluhan masyarakat dari berbagai unsur turut ambil bagian, di antaranya unsur niniak mamak, pemuda, dan cadiak pandai, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pembangunan nagari.

Dari unsur niniak mamak hadir Syafrianto Manti Mangkuto Basa, dan unsur pemuda hadir Bujang Atar,sementara unsur cadiak pandai diwakili oleh Mak Iman. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyikapi keterbatasan pembangunan infrastruktur di nagari.

Wali Nagari Punggasan Timur, Arif Jumardi, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya bertujuan memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

“Gotong royong ini kami laksanakan sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah nagari dan masyarakat. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas warga, sehingga meskipun dengan keterbatasan anggaran, kami tetap berupaya mencari solusi,” ujar Arif Jumardi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini perbaikan jalan belum dapat dilakukan melalui Dana Desa karena adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah nagari.

“Karena adanya efisiensi anggaran, perbaikan jalan secara permanen belum bisa dilaksanakan. Oleh sebab itu, gotong royong menjadi langkah sementara agar jalan tetap bisa digunakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan niniak mamak, Syafrianto Manti Mangkuto Basa, mengapresiasi inisiatif pemerintah nagari yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain membantu memperbaiki jalan, gotong royong juga memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antar masyarakat. Kita sangat berharap semangat gotong royong ini terus terjaga sebagai budaya masyarakat dalam mendukung pembangunan nagari di tengah keterbatasan anggaran,” ujar Arif Jumardi. ( Anto)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *