Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Solok

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Solok, Akses Utama Diminta Segera Dipulihkan

3
×

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Solok, Akses Utama Diminta Segera Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
Foto : Wapres RI kunjungi lokasi banjir di Arosuka

Solok, Relasipublik.com— Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah fasilitas publik dan akses penghubung yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres meminta penanganan jalur utama, jembatan, perkantoran, hingga fasilitas pelayanan publik dipercepat agar aktivitas warga dan distribusi bantuan kembali normal.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Wapres adalah Jembatan Arosuka, yang merupakan akses penting penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Solok. Gibran meminta kebutuhan sarana pendukung jembatan serta ruas jalan di sekitarnya segera ditangani dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Gibran.

Menurutnya, kondisi jalur penghubung antardaerah menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan pascabencana. Akses yang aman dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi logistik dan pelayanan pemerintahan.

“Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” tegasnya saat berada di kawasan Jembatan Arosuka.

Usai meninjau jalur penghubung, Wapres melihat kondisi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang ikut terkena dampak banjir bandang.

Gibran meminta pemerintah daerah melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap bangunan dan fasilitas pemerintahan yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut diperlukan untuk menentukan penanganan sesuai kondisi masing-masing bangunan.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) dilaporkan merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di Kabupaten Solok.

“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. Hal yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” kata Gibran.

Ia juga menekankan bahwa pekerjaan pascabencana tidak sebatas menunggu air surut. Tumpukan lumpur, pasir, batu, kayu, serta material longsoran harus segera disingkirkan dari kawasan yang menghambat aktivitas.

Selain akses jalan dan jembatan, penanganan diarahkan secara bertahap terhadap permukiman, lahan pertanian, rumah ibadah, fasilitas umum, serta gedung pemerintahan.

Dalam rapat koordinasi di Posko Utama Penanganan Banjir Bandang, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk ditindaklanjuti pada tahap berikutnya.

Selain perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa di kemudian hari.

“Rencana pembangunan sabo dam ke depan ini penting. Selain itu, perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujar Jon Firman Pandu.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat selanjutnya diharapkan dapat menyusun langkah penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan skala prioritas. Perbaikan akses vital, fasilitas pelayanan, permukiman, serta sektor pertanian menjadi bagian penting agar kehidupan warga dapat berangsur pulih setelah banjir bandang.

Percepatan penanganan tersebut juga menjadi kunci untuk memastikan distribusi bantuan tetap lancar, pelayanan pemerintahan berlangsung, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap. (A3)