MAYBRAT, RELASI PUBLIK – Kondisi bangunan SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Fan Kahrio di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, dinilai memprihatinkan.
Sekolah tersebut hanya memiliki dua ruang utama yang kemudian disekat menjadi enam ruang kecil untuk menampung puluhan siswa.
Fakta itu terungkap dalam kunjungan pastoral selama lima hari, 11–15 Februari 2026, oleh Wakil Uskup Keuskupan Keuskupan Manokwari-Sorong, Pastor Izaak Bame, bersama Pastor Heribertus Lobya yang juga Koordinator SKPKC se-Tanah Papua.
Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat langsung kondisi fisik sekolah Katolik itu yang dinilai belum layak untuk menunjang proses belajar-mengajar secara optimal.
Menurut Pastor Heribertus Lobya, dua ruang utama di sekolah tersebut disekat menjadi enam ruang kecil berukuran sekitar tiga meter. Upaya penyekatan dilakukan secara swadaya oleh guru dan orang tua murid agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Saya sedih dan prihatin melihat situasi pendidikan di Kampung Fan Kahrio. Sekolah ini hanya memiliki dua ruangan yang dibagi menjadi enam ruang kecil. Kondisi ini tentu tidak dapat menampung 52 siswa secara nyaman,” ujarnya.
Ia menilai, keterbatasan ruang belajar berpotensi mengganggu kenyamanan dan efektivitas proses pendidikan bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Sementara itu, Pastor Izaak Bame menyampaikan bahwa sebagian ruang di kompleks sekolah tersebut saat ini ditempati oleh personel TNI Angkatan Laut.
“Sebaiknya pihak TNI AL dapat mencari hunian lain agar seluruh ruang sekolah dapat difungsikan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar,” kata Pastor Izaak.
Menurutnya, pengembalian fungsi ruang kelas sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Kedua tokoh gereja tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat, khususnya Dinas Pendidikan, bersama pihak Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Mereka menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kondisi pendidikan dasar di wilayah pedalaman agar anak-anak memperoleh hak pendidikan yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan lebih lanjut terhadap kondisi SD YPPK Fan Kahrio tersebut.
Penulis: PaTeisl














