SORONG, RELASI PUBLIK– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Jumat (20/2/2026).
Satu tahun kepemimpinan Elisa Kambu menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus pemaparan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya ke depan, terutama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi menjadi prioritas utama. Menurutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak bisa dilepaskan dari ketahanan ekonomi.
“Kalau kita bicara sehat dan pendidikan, itu tidak bisa dilepaskan dari ekonomi. Ekonomi harus menjadi atensi kita. Karena orang makan dulu baru bisa sehat,” ujar Elisa.
Ia menjelaskan, Pemprov Papua Barat Daya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah pusat terkait swasembada dan ketahanan pangan, khususnya melalui sektor pertanian dan perikanan. Dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui bantuan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pengembangan perikanan.
Pemprov juga mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Bantuan mesin pengolahan hasil, pupuk, dan alsintan menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan.
Di sektor tata kota, persoalan kawasan kumuh dan pengelolaan sampah turut menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah telah melakukan pemetaan dan menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perumahan, untuk penanganan kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni.
Ke depan, Pemprov Papua Barat Daya juga merencanakan pembangunan rumah sakit dan pendirian universitas. Di bidang pertanian, alokasi cetak sawah seluas 4.000 hektare di Moswaren serta pengembangan hingga 7.000 hektare di Kabupaten Sorong terus dipersiapkan, termasuk pengembangan komoditas kelapa dalam dan nilam.
Syukuran ini diharapkan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (Teis)














