Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

PT Bukit Raya Mudisa Salurkan Program Community Development untuk Masyarakat

61
×

PT Bukit Raya Mudisa Salurkan Program Community Development untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, —  PT Bukit Raya Mudisa (BRM), perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan program Community Development untuk masyarakat di wilayah operasionalnya.

Kali ini PT BRM menyalurkan tiga program sekaligus untuk wilayah Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.
Program pertama, perlengkapan randai di Nagari Lubuk Tarantang, Kec Kamang Baru, Kab Sijunjung, Sumatera Barat. Adapun perlengkapan yang disalurkan berupa Tambua 2 pcs, Tansa 1 pcs, Bansi, Pupuik Sarunai 1 unit, Baju Pemusik 10 pasang, Talempong Pacik 6 pcs dan Gendang Serunai 1 pcs. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Nagari Tarantang pada Rabu, 24 Mei 2023.

Program kedua, 7 Kodi Seng, untuk pembangunan Mushollah SMP N 42 Nagari Lubuk Tarantang, Kec Kamang Baru, Kab Sijunjung, Sumatera Barat yang diserahkan pada, Kamis, 25 Mei, 2023.
Dan yang ketiga adalah material pembangunan green house untuk SMP N 2, IX Nagari Banai, Kec IX Koto, Kab Dharmasraya, Sumbar. Material yang diberikan berupa Baja Ringan 48 pcs, Reng Baja, Baut 2 kotak (2000 pcs), Plastik UV 200 micron 50 meter, Screen Net Mesh dan Paranet 50 m yang diserahkan pada Kamis dan Jumat, 25 dan 26 Mei 2023.

Wali Nagari Lubuk Tarantang, Afrizaldi menjelaskan, Randai merupakan tradisi budaya minang mirip opera yang biasanya ditampilkan saat acara adat, atau 17 Agustusan. Biasanya dikolaborasikan dengan silat, tari piring dan nyanyian.
“Mewakili Nagari, kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi PT BRM dalam  melestarikan budaya setempat,” tutup Rizaldi.
Ditempat terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMP N 42 Nagari Lubuk Tarantang, Fauzi mengungkapkan saat ini Komite dan guru sedang berupaya membangun Musholla. Namun masih terkendala dengan keterbatasan anggaran.

“Keberadaan musholla sekolah sangat diperlukan murid dan guru. Karena waktu belajar SMP meliputi waktu sholat dzuhur. Jika harus sholat bergantian di kantor kan butuh waktu lama, kita khawatir akan mengganggu jam belajar. Dengan adanya mushollah di sekolah, kita harapkan siswa bisa cerdas secara akademis dan spritualnya,” jelas Fauzi.

Sementara itu Humas PT BRM, Endri Wahyudi kepada media menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk menunjang sektor pendidikan dan kebudayaan masyarakat.

“Kami berharap agar bantuan ini bisa tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Endri. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *