PESSEL, RELASI PUBLIK — Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra-Musrenbang) Kecamatan Sutera resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi tahapan awal yang krusial dalam menentukan skala prioritas pembangunan yang akan dibahas pada Musrenbang Kecamatan Sutera yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari 2026 mendatang.
Camat Sutera, Iwal, S.Pt, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pra Musrenbang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh unsur pemerintahan nagari untuk merumuskan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Melalui Pra Musrenbang ini, kita menentukan skala prioritas pembangunan Kecamatan Sutera yang nantinya akan dibahas pada Musrenbang Kecamatan. Oleh karena itu, usulan yang disampaikan harus terarah dan sesuai kebutuhan,” ujar Iwal saat membuka kegiatan di Ruang UDKP Kecamatan Sutera, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, penyusunan usulan pembangunan kecamatan harus mengacu pada prioritas pembangunan daerah yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Beberapa program unggulan yang perlu menjadi perhatian antara lain Nagari Mangaji, Nagari Pandai, Nagari Cerdas, Nagari Sejahtera, dan Nagari Kanyang.
Menurutnya, seluruh prioritas tersebut harus dituangkan secara sistematis dalam dokumen usulan Kecamatan Sutera agar sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Pra Musrenbang ini bukan berdiri sendiri. Sebelumnya sudah dilakukan rembuk kampung, musyawarah nagari, hingga Musrenbang Nagari. Semua proses itu harus saling terintegrasi,” tambahnya.
Iwal juga menyoroti salah satu program prioritas, yakni Nagari Mangaji. Ia menilai Kecamatan Sutera memiliki potensi besar untuk menyukseskan program tersebut, mengingat ketersediaan sarana keagamaan yang cukup memadai.
“Di Kecamatan Sutera terdapat sekitar 54 masjid dan musala. Jika dimanfaatkan secara optimal, ini menjadi kekuatan besar untuk menyukseskan program Nagari Mangaji di seluruh nagari,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syafriyon, menekankan pentingnya menetapkan prioritas pembangunan yang realistis dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Dengan keterbatasan anggaran saat ini, jangan terlalu banyak program. Lebih baik satu atau dua kegiatan, tapi benar-benar terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Syafriyon menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan prioritas nagari hingga ke tingkat pembahasan anggaran.
“Insya Allah, skala prioritas dari masing-masing nagari akan saya kawal sampai ke Badan Anggaran (Banggar),” tutupnya.
(Ferdi)














