Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMASENI & BUDAYATERBARU

Silek Pangian Bangkit, Pemprov Sumbar Dukung Pelestarian Budaya Nagari

1
×

Silek Pangian Bangkit, Pemprov Sumbar Dukung Pelestarian Budaya Nagari

Sebarkan artikel ini
kegiatan pelestarian silek pangian di nagari pangian sumatera barat
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar membuka kegiatan Bimtek pelestarian Silek Pangian di Nagari Creative Hub, Minggu (12/4/2026).

AGAM, RELASI PUBLIK – Tradisi silek khas Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, merupakan kekayaan intelektual sekaligus warisan budaya yang perlu dibangkitkan kembali melalui pewarisan kepada generasi muda.

Warisan ini menjadi kekuatan moral dan pembentuk budi pekerti, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya tersebut di tengah arus modernisasi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Syaiful Bahri, SP, MM, saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Melestarikan Nilai-Nilai Tradisi Silek Pangian di lokasi Nagari Creative Hub (NCH) Nagari Pangian, dengan tema “Lahia Silek Mancari Kawan, Batin Silek Mancari Tuhan”, Minggu (12 April 2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa melalui pelestarian Silek Pangian sebagai tradisi lokal, secara tidak langsung dapat mengaktifkan program Nagari Creative Hub dalam mendorong pertumbuhan kreativitas masyarakat Nagari Pangian. Hal ini diharapkan mampu mengembangkan sektor ekonomi nagari secara mandiri dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

“Kita berharap program NCH ini mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Barat pada setiap nagari, termasuk mengoptimalkan potensi Nagari Pangian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Melalui atraksi budaya Silek Pangian dan promosi digital produk usaha masyarakat, diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi Silek Pangian merupakan bagian dari pelestarian budaya sekaligus menjaga harkat dan harga diri masyarakat Nagari Pangian. Tradisi ini penting dalam membentuk generasi yang berbudi pekerti, tangkas, mawas diri, serta cerdas dalam menghadapi tantangan globalisasi.

“Kami bangga atas semangat Wali Nagari dan seluruh masyarakat Nagari Pangian yang berkomitmen melestarikan Silek Pangian dengan mewariskannya kepada generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin berkurangnya tokoh-tokoh tuo silek yang dapat mewariskan ilmu tersebut kepada generasi muda.

“Apakah kita tidak merasa malu jika anak-anak Nagari Pangian harus belajar Silek Pangian ke daerah lain seperti Teluk Kuantan, Dharmasraya, dan daerah lainnya, padahal asal-usulnya dari Nagari Pangian,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari Silek Pangian, yang kini kalah bersaing dengan bela diri modern seperti karate, INKAI, INKANAS, dan FORKI.

“Ini bukan budaya kita sendiri. Jika dibiarkan, anak kemenakan kita akan kehilangan jati diri budayanya. Karena itu, kami mengajak tuo silek, ninik mamak, bundo kanduang, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan ini agar tidak punah,” tegasnya.

Hijrah juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda yang lebih sibuk dengan gawai dan permainan digital, sehingga mulai melupakan nilai-nilai sopan santun dan budaya luhur.

“Kita khawatir jika ini dibiarkan, akan menjadi penyesalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program Nagari Creative Hub serta kegiatan Dinas Kebudayaan dalam upaya pelestarian Silek Pangian.

“Semoga niat baik ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tutupnya.

Di akhir kegiatan, Wali Nagari, tuo silek, tuo kampuang, ninik mamak, bundo kanduang, guru olahraga, tokoh masyarakat, serta Ketua IPSI kecamatan menandatangani komitmen bersama untuk membangkitkan dan melestarikan nilai-nilai tradisi Silek Pangian melalui pewarisan kepada generasi muda Nagari Pangian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *