Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabupaten Ketapang

Pemerintah Keb, Ketapang Bersama Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Gelar Doa Bersama

×

Pemerintah Keb, Ketapang Bersama Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Gelar Doa Bersama

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Foto: Istimewa

Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama tokoh lintas agama dan masyarakat menggelar doa bersama lintas agama di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta turunnya hujan di tengah kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang dalam beberapa pekan terakhir.

Doa bersama dihadiri para pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar doa bersama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” kata Alexander Wilyo.

Menurutnya, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya selama kondisi cuaca masih kering.

“Menghadapi kondisi alam tidak cukup hanya dengan doa, tetapi harus disertai tindakan nyata. Mari kita hemat penggunaan air, tingkatkan kewaspadaan, jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Alexander juga mengajak masyarakat di seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Ketapang untuk turut melaksanakan doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.

Ia berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon turunnya hujan sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat terhindar dari ancaman karhutla.

Kita semua berpijak di tanah yang sama, menghirup udara yang sama dan mencari rezeki di bumi yang sama. Karena itu, ketika Ketapang menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla, sudah semestinya seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaganya,” tutur Alexander.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *