Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Dapat Rp83 Miliar

15
×

Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Dapat Rp83 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat untuk proyek hilirisasi sawit.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kesiapan infrastruktur di Pelabuhan Teluk Tapang, Jumat (13/2/2026). Proyek ini mendapat kucuran dana Rp83 Miliar dari pusat. (Foto: Dok. Adpsb/Relasi Publik)

SUMBAR, RELASI PUBLIK—Masa depan sektor transportasi laut di Sumatera Barat mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Melalui Kementerian Perhubungan, anggaran sebesar Rp83 miliar dialokasikan khusus untuk mempercepat pengembangan operasional Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman pada tahun anggaran 2026.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan kabar baik tersebut saat meninjau langsung kesiapan dermaga pada Jumat (13/2/2026). Dalam kunjungan kerja itu, Gubernur didampingi jajaran Pemkab Pasaman Barat guna memastikan percepatan legalitas lahan seluas 168 hektare yang akan dikembangkan secara terintegrasi.

Proses Legalitas Lahan dan Kawasan Hutan
Pemanfaatan lahan di sekitar Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman saat ini sedang memasuki tahap krusial, yakni penurunan status kawasan hutan. Langkah administratif ini sangat penting agar area tersebut dapat dibangun fasilitas pendukung pelabuhan maupun kawasan industri tanpa terkendala masalah hukum di kemudian hari.

“Tahun ini ada Rp83 miliar dana pusat yang masuk. Sekarang kita juga sedang memproses penurunan status kawasan hutan, alhamdulillah progresnya berjalan baik. Jika tuntas, lahan seluas 168 hektare ini bisa kita bangun secara maksimal,” jelas Mahyeldi dengan penuh optimisme.

Magnet Investasi Hilirisasi Sawit
Dukungan anggaran puluhan miliar ini memperkuat posisi Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mahyeldi membeberkan fakta menarik bahwa meski pembangunan belum seratus persen rampung, investor sudah mulai mengantre. Salah satu investor bahkan secara resmi meminta ketersediaan lahan seluas 100 hektare untuk membangun industri pengolahan sawit.

Potensi ini sangat menjanjikan karena Pasaman Barat merupakan produsen sawit terbesar di Sumatera Barat. Dengan membangun pabrik hilirisasi di dekat dermaga, efisiensi logistik akan meningkat tajam. Produk turunan seperti biodiesel, avtur, dan minyak goreng bisa langsung dikapalkan ke pasar nasional maupun internasional.

Dampak Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat
Pengembangan kawasan Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman diharapkan tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat lokal. Kehadiran industri hilirisasi di area pelabuhan diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja baru, mulai dari tenaga operasional pelabuhan hingga tenaga ahli di pabrik pengolahan.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa nilai tambah dari komoditas sawit harus dirasakan langsung oleh daerah. Dengan sinergi kuat antara Pemprov Sumbar, Pemkab Pasaman Barat, dan dukungan dana Kemenhub, kawasan ini akan menjadi pintu gerbang ekspor baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi di pesisir barat Sumatera. (adpsb/cen/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *