Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

PDAM Kabupaten Barito Utara Tingkatkan Pelayanan dengan Membangun IPA Baru

27
×

PDAM Kabupaten Barito Utara Tingkatkan Pelayanan dengan Membangun IPA Baru

Sebarkan artikel ini
Proyek pembangunan instalasi pengolahan air PDAM Barito Utara di Muara Teweh tahun 2026
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Barito Utara untuk meningkatkan kapasitas layanan air bersih di Muara Teweh.

Muara Teweh, Relasi Publik — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara pada tahun anggaran 2026 akan melakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Muara Teweh dan sekitarnya.

Direktur PDAM Kabupaten Barito Utara, Roosmanjaya Anor, S.T., saat dikonfirmasi pada Selasa (07/04/2026), mengatakan bahwa pada tahun 2026 pihaknya mendapatkan bantuan anggaran dari APBN untuk peningkatan distribusi melalui pembangunan IPA berkapasitas 50 liter per detik.

Pembangunan tersebut menjadi solusi untuk menambah kapasitas air bersih, mengingat kapasitas terpasang sebelumnya hanya 130 liter per detik dan dinilai belum memadai untuk melayani pelanggan.

Selain pembangunan IPA, PDAM juga akan membangun tangki penampungan (reservoir) berkapasitas 500 m³ serta meningkatkan jaringan pipa distribusi ke wilayah lingkar Kota Muara Teweh, antara lain Jalan Pendreh, Desa Batas, dan Pareng Kampeng.

Pada tahun ini, PDAM juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah melalui APBD berupa dua unit pompa, yakni pompa Intex dan pompa booster yang berfungsi meningkatkan tekanan air agar distribusi tetap stabil di wilayah Muara Teweh.

Selain itu, di IKK PDAM Jingah juga akan dibangun IPA berkapasitas 50 liter per detik, ujar Roosmanjaya yang didampingi Kepala Bagian Teknik, M. Samosir.

Ia menambahkan, selain pembangunan IPA dan jaringan distribusi, pihaknya juga akan meningkatkan daya listrik dari sebelumnya 345 KVA menjadi 555 KVA. Saat ini proses pengajuan peningkatan daya tersebut masih dalam tahap pengurusan ke pihak PLN.

“Kami berharap pihak PLN dapat mempercepat proses instalasi, sehingga dapat menekan biaya operasional PDAM. Untuk sementara, kami masih menggunakan mesin genset yang memerlukan bahan bakar minyak,” tegasnya. (ca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *