Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TERBARU

Pasca Status Naik Tipe B, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Terus Lakukan Penguatan Tujuh Layanan Edukasi

19
×

Pasca Status Naik Tipe B, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Terus Lakukan Penguatan Tujuh Layanan Edukasi

Sebarkan artikel ini
Rumah Sakit dr. H.Moh. Anwar Sumenep ( doc.relasipublik.com )

Sumenep – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi meningkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe B setelah melalui proses verifikasi dan penilaian berlapis sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Capaian tersebut menandai peningkatan kapasitas layanan medis sekaligus penguatan fungsi edukasi kesehatan bagi masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.

Peningkatan status ini tidak lepas dari konsistensi pengembangan tujuh layanan edukatif dan klinis strategis yang dijalankan sejak kepemimpinan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. Dengan status tipe B, rumah sakit daerah ini dinyatakan mampu menangani kasus-kasus medis rujukan tingkat lanjut tanpa ketergantungan pada fasilitas kesehatan di luar wilayah.Baca Juga:RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Kapasitas Layanan Kesehatan Menuju Rumah Sakit Rujukan Tipe B Tahun 2026

Sejumlah fasilitas unggulan yang menopang peningkatan status tersebut antara lain Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam yang dilengkapi perangkat medis modern, ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan kapasitas dan sistem pemantauan terkini, serta layanan radiologi yang tidak hanya berfungsi diagnostik tetapi juga sebagai sarana edukasi publik terkait keselamatan radiasi.

Selain itu, keberadaan layanan CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) memperkuat akurasi diagnosis penyakit, sementara Gedung Poliklinik Terpadu dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan pasien rawat jalan melalui tata ruang dan sistem layanan yang terintegrasi.
Dalam aspek inovasi medis, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep telah mengadopsi teknologi Radio Frequency Ablation (RFA) sebagai alternatif terapi tumor tiroid jinak tanpa pembedahan invasif.Baca Juga:Pola Penyakit Dominan 2025 di RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep: Tantangan Pencegahan dan Urgensi Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Inovasi ini dipadukan dengan transformasi digital layanan kesehatan, meliputi sistem antrean elektronik, pendaftaran poliklinik berbasis daring, serta penerapan pembayaran non-tunai guna meningkatkan transparansi dan efektivitas layanan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa peningkatan status rumah sakit bukan semata pencapaian administratif, melainkan bagian dari strategi pemerataan akses layanan kesehatan rujukan di daerah.

“Orientasi kami adalah memastikan masyarakat Sumenep mendapatkan layanan kesehatan yang setara tanpa harus berpikir untuk dirujuk ke luar daerah. Ini bagian dari komitmen pelayanan publik,” ujar Erliyati.

Capaian tersebut turut mendapat perhatian kalangan jurnalis lokal. Subhan, jurnalis di Sumenep, menilai penguatan layanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencerminkan perubahan paradigma rumah sakit daerah dari sekadar fasilitas pelayanan menjadi pusat rujukan dan edukasi kesehatan regional.Baca Juga:Tantangan Supply Chain Indonesia di Tengah Ledakan Pengiriman Paket

“Transformasi layanan ini terdokumentasi luas di berbagai media dan menunjukkan konsistensi kebijakan pelayanan kesehatan daerah yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dengan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kini diposisikan sebagai salah satu simpul layanan kesehatan rujukan utama di Madura, sekaligus indikator berkembangnya kapasitas sistem kesehatan daerah berbasis pelayanan publik dan inovasi medis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *