ASAHAN, RELASI PUBLIK— Sembilan program prioritas pembangunan Kabupaten Asahan menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Senin (30/03/2026).
Laporan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, mewakili Bupati Asahan dalam rapat yang berlangsung di ruang Rambate Rata Raya, Kantor DPRD Asahan.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane, serta dihadiri pimpinan DPRD, para asisten Sekretariat Daerah, staf ahli, kepala OPD, camat, dan tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menjelaskan berbagai capaian pembangunan yang terangkum dalam sembilan program prioritas daerah selama tahun 2025.
Program “Asahan Cerdas dan Berkarakter” direalisasikan melalui rehabilitasi 65 unit sekolah serta pemberian beasiswa kepada 1.164 pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, program “Asahan Sehat” diwujudkan melalui pemberian jaminan kesehatan daerah kepada 163.124 masyarakat sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan.
Pada sektor ekonomi, program “Asahan Ekonomi Bangkit” ditandai dengan penerbitan 4.965 izin usaha serta pembentukan 204 koperasi desa guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Di bidang pertanian, pemerintah daerah terus meningkatkan jaringan irigasi serta mendukung program swasembada pangan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan jalan sepanjang 52,9 kilometer berhasil direalisasikan, termasuk kegiatan rehabilitasi pascabencana di tiga lokasi.
Selain itu, program “Asahan Religius” diwujudkan melalui sertifikasi rumah ibadah serta pembinaan tahfizh Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Asahan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi indikator kuat atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah daerah juga mencatat peningkatan indeks inovasi daerah hingga masuk dalam kategori kabupaten inovatif.
Lebih lanjut, indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Capaian tersebut menjadi gambaran keberhasilan pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Asahan sepanjang tahun 2025.
Rapat paripurna ditutup oleh Ketua DPRD Asahan pada pukul 12.55 WIB dalam suasana tertib dan lancar, sekaligus menandai berakhirnya penyampaian LKPJ Tahun 2025 kepada DPRD sebagai bagian dari mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah. (is)














