Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Normalisasi Sungai Sumbar: KemenPU dan ADHI Tangani 21 Titik

45
×

Normalisasi Sungai Sumbar: KemenPU dan ADHI Tangani 21 Titik

Sebarkan artikel ini
Excavator ADHI sedang melakukan normalisasi sungai Sumbar di area terdampak banjir untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.
Salah satu alat berat yang dikerahkan dalam proyek normalisasi

PADANG – Normalisasi sungai Sumbar kini menjadi prioritas utama pemerintah setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Bencana ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah dan mengganggu mobilitas warga. Selain itu, luapan air juga berdampak langsung pada keselamatan serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera menggandeng PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) untuk melakukan penanganan terpadu.

Saat ini, petugas tengah menangani total 21 sungai yang tersebar di tiga kabupaten. Rinciannya meliputi 5 sungai di Kabupaten Solok, 6 sungai di Kabupaten Tanah Datar, dan 10 sungai di Kabupaten Agam. Pekerjaan fisik ini direncanakan terus berlangsung hingga 23 Januari 2026 mendatang. Total panjang aliran sungai yang masuk dalam target normalisasi ini mencapai 35,8 kilometer.

Pentingnya Normalisasi Sungai Sumbar bagi Warga

Langkah strategis ini bertujuan untuk memulihkan kembali fungsi alami aliran sungai. Kemudian, upaya ini juga sangat penting guna mencegah terjadinya risiko banjir susulan yang lebih besar. Endapan material banjir sebelumnya berpotensi mempersempit alur sungai jika tidak segera diangkat. Akibatnya, kapasitas tampung air akan menurun drastis saat hujan deras kembali turun di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaannya, ADHI mengerahkan 19 unit alat berat jenis excavator ke berbagai titik lokasi. Perusahaan juga melibatkan sekitar 150 personel teknis dan supervisor yang bekerja secara terkoordinasi. Fokus utama pekerjaan meliputi pembersihan sedimen, pengerukan alur, serta perbaikan tanggul yang rusak. Meskipun medannya cukup berat, seluruh tim tetap mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat.

Mitigasi Banjir Jangka Panjang

Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar penanganan darurat. Beliau menegaskan bahwa normalisasi sungai Sumbar merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana jangka menengah. Melalui kolaborasi ini, fungsi ekosistem sungai diharapkan dapat kembali optimal dan mendukung kehidupan warga secara berkelanjutan.

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai setelah proyek ini selesai. Sebagai contoh, warga diminta tidak membuang sampah atau mendirikan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Dengan kerja sama yang baik, infrastruktur yang sudah dibangun akan bertahan lebih lama dan memberikan rasa aman bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *