Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Museum Mohammad Syafe’i Resmi Dibuka oleh Fadli Zon

19
×

Museum Mohammad Syafe’i Resmi Dibuka oleh Fadli Zon

Sebarkan artikel ini
Peresmian Museum Mohammad Syafe’i oleh Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya operasional Museum Mohammad Syafe’i di lingkungan INS Kayu Tanam, Jumat (23/1/2026).

SUMBAR — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka operasional Museum Mohammad Syafe’i INS Kayu Tanam pada Jumat (23/1/2026). Peresmian ini berlangsung meriah di lingkungan Institut Nasional Syafe’i (INS) Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah nyata tersebut menjadi tonggak sejarah penting guna menjaga marwah pendidikan karakter di Indonesia.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan urgensi pemajuan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Beliau menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan memperkuat jati diri bangsa sekaligus menjaga warisan budaya nusantara. Selain itu, revitalisasi ini juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal serta memberi kontribusi positif bagi peradaban dunia di masa depan.

Peran Strategis Museum Mohammad Syafe’i Sebagai Pusat Edukasi

Fadli Zon meyakini bahwa museum memegang peran strategis sebagai pusat edukasi dan literasi budaya bagi publik. Oleh karena itu, kementerian akan terus mendorong aktivasi berbagai ruang sejarah di tanah air. Upaya tersebut tentu harus berjalan selaras dengan penguatan ekosistem seni budaya di daerah, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

“Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengenal sosok pendidik visioner yang sangat inspiratif. Sejak satu abad silam, beliau telah merintis sistem pendidikan berbasis seni, budaya, dan karakter kebangsaan,” ungkap Fadli Zon. Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pemikiran Mohammad Syafe’i masih sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan nasional masa kini.

Dukungan Pemprov Sumbar Terhadap Museum INS Kayu Tanam

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekda Sumbar), Arry Yuswandi, menilai bahwa aktivasi bangunan bersejarah ini merupakan langkah yang sangat taktis. Kehadiran Museum INS Kayu Tanam bertujuan menyediakan ruang pembelajaran sejarah yang interaktif bagi generasi muda. Pemerintah Provinsi berkomitmen penuh agar museum ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik saja.

Dengan demikian, Arry mendorong agar museum terus berkembang menjadi destinasi edukasi yang dinamis bagi wisatawan. Selama ini, Pemprov Sumbar secara konsisten mendukung pengembangan Museum Mohammad Syafe’i melalui kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan. Sebagai hasilnya, tempat ini optimis dapat menjadi rujukan utama pendidikan nasional di masa depan.

Peresmian ini juga memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai kiblat kebudayaan nasional. Sejumlah tokoh seperti Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri dan penyair nasional Taufiq Ismail turut menghadiri acara tersebut. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat terhadap kelangsungan nilai perjuangan di lokasi bersejarah tersebut. (adpsb/rmz/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *