Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kota Solok

580 Atlet Kota Solok Dilepas Menuju Porprov XVI Sumbar, Rudi Horizon: Berjuanglah dengan Keterbatasan yang Ada

1
×

580 Atlet Kota Solok Dilepas Menuju Porprov XVI Sumbar, Rudi Horizon: Berjuanglah dengan Keterbatasan yang Ada

Sebarkan artikel ini
Foto : Walikota Solok lepas atlet kontingen Kota Solok ke Porprov XIV Sumbar 2026 (dok istimewa)

Kota Solok, Relasipublik.com — Sebanyak 580 atlet Kota Solok bersama 160 ofisial dari 45 cabang olahraga (cabor) resmi dilepas untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung penuh semangat. Di tengah berbagai keterbatasan dalam persiapan, para atlet tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk membawa nama Kota Solok dan mewujudkan target masuk lima besar Porprov XVI Sumbar.

Ketua KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon, mengaku terharu melihat semangat para atlet yang akan berjuang dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Dengan semangat yang tinggi dari atlet kita, saya terharu melihatnya. Kami sampaikan, berjuanglah dengan keterbatasan yang ada,” ujar Rudi Horizon.

Menurutnya, keterbatasan yang dihadapi kontingen tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan motivasi. Justru kondisi tersebut harus menjadi bagian dari perjuangan para atlet dalam memberikan kemampuan terbaik bagi Kota Solok.

Rudi Horizon menegaskan, seluruh atlet, pelatih dan ofisial telah melalui proses persiapan untuk menghadapi Porprov XVI Sumbar.

Ia berharap kekompakan yang telah terbangun selama persiapan dapat dipertahankan selama pertandingan. Target Kota Solok pun tetap jelas, yakni menembus lima besar perolehan medali Porprov XVI Sumbar 2026.

Namun, Rudi mengingatkan bahwa Porprov bukan sekadar persoalan mengejar medali. Ajang tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaratlet dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

“Porprov bukan hanya mencari medali dan memperebutkan juara, tetapi bagaimana kita merajut silaturahmi dan memperlihatkan eksistensi atlet-atlet Kota Solok,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kontingen untuk menjaga kesehatan, kekompakan dan hubungan baik dengan atlet dari daerah lain.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, jaga silaturahmi sesama atlet dari daerah lain. Tunjukkan Kota Solok siap berlaga dan siap menjadi lima besar di Porprov tahun 2026 ini,” tegasnya.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengatakan kontingen Kota Solok yang mengikuti Porprov XVI Sumbar terdiri dari 580 atlet dan 160 ofisial dari 45 cabang olahraga.

Jumlah tersebut menjadikan kontingen Kota Solok sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera Barat. “Ini merupakan jumlah atlet terbanyak nomor dua di Sumatera Barat setelah Kota Padang,” ujar Ramadhani.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kota Solok, pengurus cabang olahraga, pembina, pelatih, ofisial serta seluruh atlet yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porprov.

Selain mengirim kontingen, Kota Solok juga dipercaya menjadi tuan rumah lima cabang olahraga. Pemerintah Kota Solok bersama KONI bahkan telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan di daerah tersebut.

Kota Solok sebelumnya juga mengusulkan diri menjadi lokasi seremoni pembukaan Porprov XVI Sumbar. Persiapan untuk mendukung agenda tersebut disebut telah dilakukan. Namun, bencana galodo yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, mengubah situasi.

Sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan tokoh masyarakat mengusulkan agar seremoni pembukaan dipindahkan ke daerah lain. Dengan berbagai pertimbangan, pembukaan Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung di Padang pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Salah satu keterbatasan yang dihadapi kontingen Kota Solok adalah pengadaan seragam dan atribut atlet.

Ramadhani menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tersebut. Namun, penggunaan anggaran pemerintah harus mengikuti tahapan dan mekanisme pengadaan barang dan jasa.

Waktu yang tersedia dinilai tidak memungkinkan proses pengadaan diselesaikan sesuai ketentuan. Karena itu, KONI Kota Solok memilih tidak memaksakan pengadaan seragam agar tidak menimbulkan persoalan dalam proses pengadaan.

“Namanya uang pemerintah, uang negara ada mekanismenya. Dari sisi waktu kita tidak sempat lagi melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan mekanisme,” jelas Ramadhani.

Ia meminta para atlet tidak menjadikan keterbatasan atribut sebagai alasan untuk menurunkan semangat bertanding.

“Jangan jadikan ini sebagai media melemahkan semangat kita. Dari apa yang saya saksikan tadi, luar biasa sekali semangat atlet semuanya,” katanya.

Pemerintah Kota Solok juga menyampaikan komitmen memberikan bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi di Porprov XVI Sumbar.

Ramadhani mengatakan bonus akan disiapkan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Porprov juga harus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri.

“Jangan semata-mata kita hanya mengejar prestasi. Jadikan ajang Porprov ini sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, belajar dan meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Porprov, atlet dan ofisial diminta menjaga kesehatan, kekompakan serta terus berkoordinasi dengan penanggung jawab kontingen di masing-masing daerah tempat pertandingan.

Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan unsur Forkopimda juga berencana mengunjungi para atlet yang bertanding di sejumlah kabupaten dan kota sebagai bentuk dukungan langsung.

Dengan semangat yang tetap menyala di tengah keterbatasan, 580 atlet Kota Solok kini bersiap memberikan kemampuan terbaik. Target lima besar menjadi salah satu tekad yang dibawa kontingen dalam perjalanan mereka pada Porprov XVI Sumbar 2026. (A3)