Sumenep – Pelaksanaan Lelang Tani malam ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sektor pertanian dan koperasi di Sumenep. Untuk itu, Kolaborasi antara dua dinas tentunya menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan upaya pengembangan produksi dengan akses pasar yang lebih baik.
Acara lelang ini tidak hanya memberikan kesempatan petani untuk menjual hasil panennya dengan harga yang lebih adil, tetapi juga memperkuat peran koperasi sebagai wadah untuk menggabungkan kapasitas produksi petani kecil. Selain itu, kehadiran berbagai pihak seperti pengusaha industri pengolahan dan pedagang besar juga membuka peluang untuk menghubungkan produk lokal dengan rantai nilai yang lebih panjang.
Mengenai hal itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menyampaikan bahwa, lelang tani ini bukan sekadar kegiatan transaksi, akan tetapi wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik
dan layak atas hasil panennya.
“ Melalui kolaborasi ini, kami berupaya membangun jembatan yang kuat antara petani, koperasi, dan pelaku usaha, sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan transparan dalam menyalurkan hasil panen ke pasar dengan harga yang menguntungkan,”Ungkapnya.

Menurutnya, Sinergitas kedua dinas ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi koperasi sebagai wadah yang mewakili kepentingan petani, serta mendorong perkembangan industri pengolahan hasil pertanian di daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional. Hal ini akan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian,”Jelasnya.
Pada acara lelang ini, berbagai jenis hasil pertanian unggulan Kabupaten Sumenep, seperti jagung, kedelai, cabai, dan berbagai jenis sayuran, ditawarkan kepada para peserta lelang yang terdiri dari perwakilan koperasi, pengusaha industri pengolahan makanan, dan pedagang pasar. Proses lelang berjalan dengan transparan dan tertib, dengan sistem penawaran yang memungkinkan petani mendapatkan harga terbaik sesuai dengan kualitas hasil panen mereka.
Salah satu petani yang mengikuti acara ini, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa dirinya merasa beryukur atas adanya kegiatan ini yang sebelumnya para petani sering kesulitan mencari pembeli yang mau membeli hasil panen para petani dengan harga yang pantas.
” Saya sering kesulitan mencari pembeli yang mau memberikan harga yang pantas untuk hasil panen saya. Maka, dengan adanya lelang tani ini merasa lebih dihargai dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin,”Harapnya.
Pantauan media ini, kegiatan lelang, acara ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan penyuluhan mengenai manajemen pemasaran hasil pertanian, pengembangan produk olahan, dan peran koperasi dalam mendukung usaha petani. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi para petani dan pelaku usaha untuk mengembangkan usaha mereka di masa depan.
Lelang tani ini, kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP ) bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan ( DKPDP) Kabupaten Sumenep yang diharapkan menjadi langkah awal positif dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Dengan sinergitas yang kuat antar instansi, Maka dukungan terhadap petani, dan pengembangan potensi koperasi serta industri pengolahan, Kabupaten Sumenep akan terus meningkat karena juga dapat membantu kesejahteraan petani dalam memajukan sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi dan sinergitas yang terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya bagi para petani yang menjadi tulang punggung pangan daerah.(@Noung daeng ).














