Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMATERBARU

Ketua KWK Minta Tiket Mudik Gratis Ekspres Bahari 16–18 Maret Dibatalkan

1
×

Ketua KWK Minta Tiket Mudik Gratis Ekspres Bahari 16–18 Maret Dibatalkan

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK) H. Safiudin meminta agar tiket program mudik gratis kapal Ekspres Bahari keberangkatan tanggal 16 hingga 18 Maret dibatalkan dan pendaftarannya dibuka kembali. Permintaan tersebut disampaikan setelah muncul berbagai persoalan dalam proses distribusi tiket mudik gratis jurusan Kalianget–Kangean–Sapeken. Minggu,15/3/2026.

Menurutnya, Sistem aplikasi yang digunakan dalam pendaftaran tiket terbukti tidak berjalan efektif. Selain itu, di lapangan juga ditemukan sejumlah tiket yang tidak sesuai dengan identitas pemegangnya. Bahkan beredar informasi adanya praktik penjualan tiket mudik gratis kepada penumpang dengan harga tertentu.

“Kami menemukan beberapa pemegang tiket yang identitasnya tidak sesuai dengan KTP. Ada juga yang mengaku membeli tiket sekitar Rp200 ribu. Ini tentu sangat memprihatinkan karena program mudik gratis dibiayai oleh APBN dan seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Safiudin.

Ia menilai, Kondisi tersebut menunjukkan adanya celah dalam sistem pendaftaran yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memborong tiket dan menjualnya kembali kepada calon penumpang.
Karena itu, KWK meminta pihak terkait untuk membatalkan tiket yang sudah terbit untuk tanggal 16 sampai 18 Maret dan membuka kembali proses pendaftaran secara lebih transparan serta memastikan kesesuaian identitas penumpang dengan tiket.

“Jika tiket dibatalkan dan pendaftaran dibuka ulang, masyarakat yang benar-benar membutuhkan masih punya kesempatan mendapatkan tiket secara adil. Ini juga penting untuk menutup ruang bagi praktik percaloan,” tegasnya.

KWK juga berharap petugas di pelabuhan melakukan pemeriksaan identitas penumpang secara ketat agar tiket mudik gratis tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Sebab, Program mudik gratis ini merupakan amanah negara yang harus dijaga agar tepat sasaran bagi masyarakat kepulauan yang ingin pulang kampung menjelang hari raya.

” Petugas wajib menindak tegas bila ada oknum yang memanfaatkan dengan cara menjual tiket gratis demi kepentingan perutnya sendiri,”Tegasnya. (@Noung daeng ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *