Sumenep – Beberapa tokoh masyarakat kepulauan hadiri acara halal bihalal yang bertempat di Daily Cafe, Desa Kolor, kabupaten Sumenep dengan tema ” Kemana arah kebijakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.Minvgu,12/42026.
Acara halal bihalal tersebut dihadiri dari berbagai masyarakat kepualuan yaitu : Arjasa, kangayan, sapeken, raas, sapudi dan masalembu.
Beberapa tokoh dari berbagai masyarakat kepaulan itu mengkritik masa kepemimpinan bupati sumenep selama 10 Tahun yang dinilai tidak memihak terhadap kepentingan masyarakat kepulauan sumenep.
Selama 10 tahun kegelisahan mendalam dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berasal dari wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Hal ini terungkap dalam sebuah diskusi publik yang digelar untuk menyoroti kinerja pemerintahan Bupati Achmad Fauzi selama dua periode kepemimpinannya.
” Kami merasakan kehilangan sentuhan medis, dan infrastruktur dari seorang pemimpin yaitu Bupati sumenep yang seharusnya bisa men-trajectory (mengarahkan) bagaimana Kabupaten Sumenep menuju sesuatu yang ideal sehingga menjadi daerah yang nyaman untuk kita huni,” ujar Aminnullah tokoh pemudah kepulauan masalembu dalam forum diskusi yang dikemas halal bihal tersebut, Minggu (12/04/2026).
Selain itu, tokoh pemuda kepulauan kangean juga mendesak agar arah kebijakan bupati sumenep memihak terhadap masyarakat kepulauan,karena selama ini masih banyak ketimpangan pembangunan infrastruktur, kesehatan, maupun pendidikan selama 10 tahun masa kepemimpinan bupati sumenep yang dinilai hanya janji janji politik saja.
Mereka juga berharap, Dengan adanya diskusi yang dikemas dengan halal bihalal untuk menyoroti arah kebijakan bupati sumenep ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, akan tetapi bagaimana bisa bermanfaat dan selalu mengawal kinerja pemerintah daerah.
” Kami menilai kepemimpinan Bupati Ach. Fauzi masih jauh dari harapan masyarakat, khususnya warga kepulauan. Sebab, Sejumlah persoalan krusial yang menjadi sorotan saat ini mulai dari pembangunan dinilai tidak merata dan kondisi infrastruktur sangat memprihatinkan serta kemiskinan yang belum tuntas,” Ujar Ainur salah satu pemuda kepulauan kangean.
” Kami berharap diskusi ini bukan retorika saja, melainkan harus ada aksi nyata agar kepulauan tidak dipandang sebelah mata oleh Bupati Fuzi,” Imbuhnya.
(@Noung daeng ).














