Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAHUKUM & KRIMINALPERISTIWATERBARU

Kasat Reskrim Polres Pessel Janji Ungkap Kematian Guru SD Secara Profesional dan Transparan

3
×

Kasat Reskrim Polres Pessel Janji Ungkap Kematian Guru SD Secara Profesional dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan IPTU Ai Am'ar Faradhyba berdialog dengan keluarga korban di rumah duka.
Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan tengah melakukan pengecekan ke dalam kamar korban Ingga didampingi orang tuanya

PAINAN, RELASI PUBLIK – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pesisir Selatan, IPTU Ai Am’ar Faradhyba, mendatangi rumah duka Ingga Pratama Putra (33), guru SDN 13 Sungai Pinang yang ditemukan meninggal dunia di sebuah mess polisi pada Sabtu (27/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama tim penyidik sebagai bagian dari upaya mengumpulkan informasi dan memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kedatangan Kasat Reskrim disambut baik oleh pihak keluarga. Dalam kesempatan itu, IPTU Ai Am’ar Faradhyba menegaskan bahwa penyelidikan atas kematian korban telah dimulai dan seluruh proses akan dilakukan secara terbuka.

“Kami akan melakukan proses penyelidikan secara terbuka, transparan, dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar IPTU Ai Am’ar Faradhyba saat berada di rumah duka, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, hasil dialog dengan keluarga, termasuk orang tua korban, telah memberikan sejumlah informasi dan petunjuk yang dinilai penting bagi penyelidikan.

“Alhamdulillah, kami memperoleh sejumlah petunjuk dan informasi yang berharga. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, saat ini belum dapat kami sampaikan kepada publik. Biarkan kami bekerja secara profesional, nanti akan kami umumkan,” katanya.

Kasat Reskrim yang baru menjabat tersebut menegaskan komitmennya untuk mengungkap penyebab kematian korban berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh selama proses penyelidikan.

Ia menjelaskan, saat ini penyidik masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.

“Kami berharap hasil autopsi segera keluar agar dapat segera kami tindak lanjuti. Saat ini seluruh proses masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar (visum luar), belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh.

“Kami mengimbau keluarga korban agar tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Insya Allah perkara ini akan kami ungkap,” tegasnya.

Sementara itu, ibu korban, Asna (56), berharap kepolisian dapat mengusut kasus tersebut secara profesional hingga penyebab kematian anaknya terungkap.

Ia juga menegaskan bahwa putranya tidak memiliki riwayat penyakit jantung maupun asma.

“Kami sangat berharap kepolisian bekerja secara profesional agar kebenaran bisa terungkap,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, selain berdialog dengan keluarga, tim Satreskrim Polres Pesisir Selatan juga melakukan pengecekan terhadap kamar yang sebelumnya ditempati korban serta meminta keluarga segera melaporkan apabila menemukan barang atau informasi yang berkaitan dengan penyelidikan.

(Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *