PADANG, RELASIPUBLIK – Pembangunan jalan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kini memasuki tahap akhir. Hingga Jumat (4/9/2026), progres pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer tersebut telah mencapai 95,6 persen.
Kondisi pembangunan tersebut ditinjau langsung Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai target sekaligus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Fadly Amran mengatakan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka akses menuju sejumlah objek penting di kawasan tersebut.
Menurutnya, terdapat dua objek vital yang dilalui jalan tersebut, yakni perguruan tinggi dan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.
“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly.
Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter dan dilengkapi bahu jalan masing-masing satu meter. Pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran Rp9,6 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp9,4 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, pekerjaan ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.
“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan. Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” kata Malvi.
Drainase Pasar Tunggul Hitam Dibangun untuk Kendalikan Banjir
Selain meninjau pembangunan jalan, Fadly Amran juga melihat langsung pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari implementasi Master Plan Drainase Kota Padang sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan banjir dan genangan.
Fadly berharap pembangunan saluran drainase dapat segera diselesaikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak mengganggu aktivitas perdagangan di kawasan pasar.
“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitar Pasar Tunggul Hitam ini,” ujarnya.
Malvi menjelaskan, pembangunan drainase baru tersebut terdiri dari tiga ruas dengan panjang masing-masing 410 meter, 139 meter, dan 45 meter.
Pekerjaan ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026.
“Pembangunan drainase ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar, dan pengerjaan pembangunannya baru dimulai,” jelasnya.
Pemko Padang berharap pembangunan kedua infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan wisata serta memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Padang.













