Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Gempa Pacitan Hari Ini: Magnitudo 5,7 Tidak Berpotensi Tsunami

33
×

Gempa Pacitan Hari Ini: Magnitudo 5,7 Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Peta lokasi pusat gempabumi Pacitan hari ini 27 Januari 2026
Peta titik pusat gempabumi (episenter) berkekuatan Magnitudo 5,7 yang berlokasi di darat wilayah Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 122 km.

PACITAN – Peristiwa gempabumi Pacitan hari ini, Selasa, 27 Januari 2026, telah mengguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada pukul 08.20.44 WIB. Berdasarkan hasil analisis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempabumi tektonik tersebut awalnya tercatat memiliki kekuatan magnitudo 5,5 namun kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,7.

Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat karena guncangannya terasa cukup nyata di berbagai titik. Namun, pihak BMKG segera memberikan kepastian bahwa gempabumi tersebut sama sekali tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat tidak perlu merasa panik secara berlebihan.

Analisis Lokasi dan Mekanisme Gempa Pacitan Hari Ini
Titik koordinat episenter gempabumi ini terletak pada 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut tepatnya berada di darat, yakni sekitar 24 kilometer arah Tenggara wilayah Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman hiposenter mencapai 122 kilometer. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menyatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi serta kedalaman sumbernya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi menengah. Selain itu, penyebab utama dari aktivitas seismik ini adalah adanya deformasi batuan di dalam lempeng yang memicu mekanisme pergerakan naik atau sering disebut sebagai thrust fault.

Dampak Guncangan di Berbagai Wilayah Jawa dan Bali
Dampak guncangan dari gempabumi Pacitan hari ini dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang beragam. Selain di wilayah Pacitan sendiri, getaran juga dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Karangkates dan Tulungagung dengan skala intensitas III hingga IV MMI. Pada skala tersebut, getaran biasanya dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah saat siang hari. Selanjutnya, wilayah lain seperti Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar juga merasakan getaran pada skala III MMI. Fenomena alam ini menyebabkan warga merasakan getaran nyata seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu tepat di depan kediaman mereka.

Guncangan dengan intensitas yang lebih ringan juga dilaporkan menyentuh wilayah Madiun hingga menjangkau area Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Bahkan, sejumlah warga di Jember serta Mojokerto turut merasakan getaran pada skala II sampai III MMI. Oleh karena itu, daerah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, hingga Semarang dan Mataram juga ikut melaporkan getaran skala II MMI. Pada level ini, benda-benda ringan yang digantung biasanya akan terlihat bergoyang perlahan. Meskipun area terdampak sangat luas, hingga saat ini pihak berwenang belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Rekomendasi Keselamatan bagi Masyarakat
Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus melakukan monitoring secara ketat untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock. Sampai dengan pukul 08.35 WIB, hasil sistem monitoring belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas susulan yang membahayakan warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, warga disarankan untuk selalu memastikan bangunan tempat tinggal mereka tetap kokoh guna menghindari risiko yang membahayakan keselamatan sebelum kembali beraktivitas secara normal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *