Sumenep, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep merilis data sepuluh besar penyakit yang paling banyak ditangani sepanjang tahun 2025. Data ini tidak hanya mencerminkan beban layanan kesehatan daerah, tetapi juga menjadi indikator penting kondisi kesehatan masyarakat Sumenep secara struktural dan perilaku.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa dominasi penyakit tertentu menunjukkan masih kuatnya pengaruh pola hidup, faktor lingkungan, serta rendahnya kesadaran preventif di tengah masyarakat.
“Statistik ini harus dibaca sebagai sinyal kebijakan kesehatan. Bukan sekadar angka layanan, melainkan peta masalah kesehatan yang membutuhkan respons pencegahan yang sistematis,” ujar dr. Erliyati, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan rekapitulasi data layanan medis RSUD, sepuluh penyakit dengan prevalensi tertinggi sepanjang 2025 meliputi.
1.Kelahiran hidup Mual dan muntah
Kelahiran di rumah sakit
2.Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa komplikasi
3. Anemia
4..Nyeri abdominal nonspesifik
5. Infeksi saluran pernapasan bawah (LRTI)
6.Gastroenteritis (diare)
7.Hipertensi, dan
8.Penurunan volume cairan tubuh (dehidrasi sedang)
Menurut dr. Erliyati, tingginya kasus Diabetes Melitus Tipe 2, hipertensi, dan anemia mencerminkan persoalan kronis pada pola konsumsi, aktivitas fisik, serta rendahnya deteksi dini penyakit tidak menular
“Sebagian besar penyakit tersebut bersifat preventable dan controllable. Artinya, intervensi gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin seharusnya mampu menekan angka kejadiannya secara signifikan,” jelasnya.
Selain penyakit degeneratif, RSUD juga mencatat masih tingginya kasus infeksi saluran pernapasan bawah dan diare, yang berkorelasi erat dengan kualitas sanitasi, kebersihan lingkungan, dan faktor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Dalam konteks ini, RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfungsi sebagai pusat kuratif, tetapi juga sebagai simpul edukasi kesehatan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas tenaga medis, penguatan fasilitas layanan, serta edukasi preventif kepada pasien dan keluarga.
Sebagai langkah konkret, manajemen RSUD mengimbau masyarakat untuk:
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, meski tanpa keluhan
Menerapkan pola makan seimbang dengan pembatasan gula, garam, dan lemak
Menjaga aktivitas fisik secara rutin
Memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi
Segera mengakses fasilitas kesehatan pada fase awal gejala penyakit.
“Pelayanan kesehatan adalah kerja kolektif. Rumah sakit siap menangani, tetapi pencegahan sejatinya dimulai dari rumah dan kesadaran individu,” pungkas dr. Erliyati.(*)














