Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TERBARU

Deklarasi Bukit Karumuntiang, Mahyeldi Dorong Kolaborasi

4
×

Deklarasi Bukit Karumuntiang, Mahyeldi Dorong Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi pada Deklarasi Bukit Karumuntiang di Padang
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melakukan penanaman pohon simbolis pada kegiatan Deklarasi Bukit Karumuntiang di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang.

SUMBAR, RELASI PUBLIK — Deklarasi Bukit Karumuntiang mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas pihak dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di daerah. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi saat membuka kegiatan Deklarasi Bukit Karumuntiang yang digagas Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (IKA Faperta Unand), Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan Deklarasi Bukit Karumuntiang ditandai dengan penanaman simbolis satu juta pohon asuh di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Limau Manis, Kota Padang. Gerakan ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta perlindungan kawasan strategis dan daerah aliran sungai.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa Deklarasi Bukit Karumuntiang merupakan wujud kepedulian lintas generasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Pelestarian alam membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong konservasi sumber daya alam melalui pengendalian alih fungsi lahan, rehabilitasi kawasan kritis, serta pengembangan sistem pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan. Mahyeldi juga mengingatkan agar gerakan penanaman pohon disertai tanggung jawab perawatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya berharap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi juga dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas, Dr. Hafrizal Handra, menyambut baik inisiatif Deklarasi Bukit Karumuntiang sebagai kontribusi nyata sivitas akademika dan alumni dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat. Ia menjelaskan, sebagian besar kawasan hutan kampus Universitas Andalas akan terus dipertahankan sebagai kawasan hijau dan percontohan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unand, Dr. Gusmini, SP, MP menambahkan, gerakan ini mengusung konsep Pohon Asuh, di mana setiap peserta tidak hanya menanam, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat pohon yang ditanam.

Melalui Deklarasi Bukit Karumuntiang dan kegiatan AgricultuRUN, IKA Faperta Unand menegaskan komitmennya untuk menghijaukan Sumbar secara berkelanjutan. Usai pembukaan, Gubernur Sumbar bersama rombongan melakukan penanaman pohon simbolis yang disaksikan jajaran perguruan tinggi, perangkat daerah, alumni, dan komunitas lingkungan. (adpsb/nov/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *