SUMBAR, RELASI PUBLIK — DAUN Ramadan Fest 2026 digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan bertajuk Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN) tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus peningkatan literasi ekonomi masyarakat. Acara ini dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, pimpinan perbankan, BBPOM Padang, BPJPH Sumbar, pelaku usaha pangan, petani, hingga UMKM.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, terutama kebutuhan bahan pangan pokok. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga dan memicu inflasi pangan.
“Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Pemprov Sumbar mendukung penuh pelaksanaan DAUN Ramadan Fest 2026 sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan.
Menurut Mahyeldi, salah satu komoditas yang kerap memberi kontribusi terhadap inflasi adalah beras. Masyarakat Sumbar cenderung memilih beras premium, sehingga perlu pengelolaan pasokan dan distribusi yang optimal agar harga tetap stabil.
Meski sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, Mahyeldi memastikan stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, terus mempercepat pemulihan infrastruktur guna menjaga kelancaran distribusi.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menjelaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan bagian dari mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, baik dari sisi harga, sistem pembayaran, maupun stabilitas sistem keuangan.
“Penguatan ketahanan pangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penyelenggaraan DAUN Ramadan Fest 2026 juga mempertimbangkan proyeksi inflasi nasional sebesar 2,62 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,33 persen. Dalam kegiatan tersebut, BI bersinergi dengan Bulog menghadirkan program penebusan beras pulen premium dengan harga terjangkau.
Selain itu, festival ini dirangkai dengan berbagai agenda edukatif dan promotif, seperti lomba memasak berbahan beras pulen, bazar UMKM binaan, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, edukasi perlindungan konsumen, hingga layanan penukaran uang rupiah menjelang Ramadan.
Melalui DAUN Ramadan Fest 2026, BI dan Pemprov Sumbar berharap dapat memperkuat peran UMKM, meningkatkan literasi masyarakat dalam bertransaksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat ekosistem pangan dan ekonomi halal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” tutup Ikram. (Adpsb/nov/bud)














