Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabupaten Pasaman

Bupati Pasaman Welly Suhery Soal HUT ke-9 relasipublik.com: Kami Tidak Perlu Puja-Puji

×

Bupati Pasaman Welly Suhery Soal HUT ke-9 relasipublik.com: Kami Tidak Perlu Puja-Puji

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, RELASIPUBLIK – Bupati Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Welly Suhery ST, mengatakan bahwa yang paling diharapkan dari keberadaan media massa adalah media yang mampu memegang teguh prinsip pemberitaan yang berimbang.

“Pada dasarnya kami selaku pengelola pemerintahan di daerah sama sekali tidak mengharapkan puja-puji,” ujar Bupati Welly Suhery di ruang kerjanya di Lubuk Sikaping,” ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (20/8/2026) siang.

Bupati Welly menyatakan hal tersebut terkait dengan HUT ke-9 website relasipublik.com. Puncak HUT ke-9 pada 28 Agustus mendatang akan dipusatkan di Padang, yang disemarakkan dengan sejumlah kegiatan.

Di momen itu, PT Media Relasi Publik yang menerbitkan relasipublik.com akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Pemberian Anugerah RelasiPublik.com Tahun 2026 kepada Tokoh Inspiratif Sumatera Barat.

Sebagai manusia biasa, menurut Bupati Welly, ia bersama jajarannya tidak mungkin mencapai titik kesempurnaan dalam menjalankan tugas pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Diniscayakan ada kekurangan-kekurangan,” tambah mantan anggota DPRD Pasaman tersebut. “Itu sesuatu yang wajar dan sangat manusiawi sekali,” imbuhnya.

Dalam konteks semacam itu, sambung Bupati Welly, pihaknya membutuhkan kritik, saran dan masukan dari masyarakat. “Tentu saja kritik yang konstruktif, yang didedikasikan untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” sebutnya lagi.

Dikatakan Welly, di tengah keterbatasan aparatur, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, termasuk juga keterbatasan anggaran, bukan tidak mungkin belum semua ekspektasi masyarakat yang bisa dipenuhi.

“Dalam konteks seperti ini, kami memberi ruang yang cukup luas untuk kritik dan masukan, termasuk yang disampaikan melalui media massa,” ucapnya. “Tentu saja kritik yang konstruktif.”

Selain kekurangan, menurut Bupati Welly, diniscayakan ada nilai lebih dari pemerintahan yang ia pimpin dalam melakukan tugas-tugas pembangunan, pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

“Hal-hal semacam ini seyogianya juga mendapat tempat dalam pemberitaan di media massa,” ungkap Bupati Welly, sambil menambahkan bahwa hal itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendapatkan pujian.

“Tujuan kita tidak lain agar masyarakat mendapat pemberitaan yang positif,” sambungnya. Pemberitaan yang positif, ujar Bupati Welly, akan sangat menentukan sikap masyarakat dalam memandang pemerintahan.

“Ini penting, karena terkait dengan partisipasi,” sebutnya. Di tengah keterbatasan yang menyungkup Pemkab Pasaman, menurut Bupati Welly, partisipasi masyarakat merupakan salah satu instrumen yang menentukan. (spa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *