Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padangpanjang

Hendri Arnis Dorong Generasi Muda Cintai Adat Minangkabau Lewat Rang Solok Baralek Gadang 2026

1
×

Hendri Arnis Dorong Generasi Muda Cintai Adat Minangkabau Lewat Rang Solok Baralek Gadang 2026

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Upaya menjaga warisan budaya Minangkabau membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tradisi tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Rang Solok Baralek Gadang 2026 yang dihadiri Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, di Lapangan Merdeka, Kota Solok, Sabtu (10/10/2026).

Festival bertema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” ini menghadirkan beragam kegiatan yang memperkenalkan adat dan kebiasaan masyarakat Minangkabau. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai tradisional dan kreativitas masyarakat masa kini.

Hendri Arnis menilai kegiatan kebudayaan mempunyai peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap tradisi sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu mengenal warisan leluhur agar nilai-nilai adat tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pelestarian budaya, lanjutnya, tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan, termasuk memberikan ruang bagi anak muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan tradisi sesuai dengan perkembangan zaman.

Rang Solok Baralek Gadang 2026 menghadirkan pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Minangkabau. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan permainan anak nagari, bakawua, prosesi ka sawah, dan pertunjukan silek tuo yang sarat dengan nilai kebudayaan.

Kegiatan membatik dan peragaan busana turut menjadi bagian dari rangkaian festival. Aktivitas tersebut memberikan ruang bagi kreativitas generasi milenial sekaligus memperlihatkan bahwa unsur budaya tradisional dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda.

Festival ini juga melibatkan niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo, dan puti bungsu. Kehadiran para pemangku adat dan unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengetahuan adat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tema yang diangkat dalam festival turut menegaskan hubungan erat antara budaya dan kehidupan agraris masyarakat Minangkabau. Tradisi yang berkaitan dengan sawah dan kegiatan pertanian menjadi pengingat bahwa kebudayaan tumbuh bersama aktivitas sosial serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain memiliki nilai kebudayaan, festival ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran pengunjung dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal, kerajinan, dan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan bahwa Rang Solok Baralek Gadang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI untuk kelima kalinya. Festival tersebut diharapkan terus berkembang dan memberi dampak positif terhadap kunjungan wisatawan serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, turut mendorong penyelenggaraan festival secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana menghidupkan kembali hubungan antara sawah, tradisi, masyarakat, dan generasi penerus.

Pelaksanaan acara yang semula dijadwalkan pada 2 Oktober 2026 ditunda sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di kawasan Arosuka. Penjadwalan ulang dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, dukungan Hendri Arnis terhadap pelestarian budaya diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga adat Minangkabau. Keterlibatan generasi muda, dukungan pemangku adat, dan pengembangan wisata budaya menjadi unsur penting agar tradisi tetap dikenal serta diwariskan kepada masa depan.(gito)