Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padangpanjang

Tradisi Bagerai dari Limapuluh Kota Tampil di Kubu Gadang, Silaturahmi Budaya Makin Erat

1
×

Tradisi Bagerai dari Limapuluh Kota Tampil di Kubu Gadang, Silaturahmi Budaya Makin Erat

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Kekayaan tradisi masyarakat Sumatera Barat mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada publik melalui Desa Wisata Fair III di Desa Wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian pada hari pertama kegiatan adalah tradisi menuai padi atau bagerai yang dibawakan peserta dari Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Tradisi tersebut ditampilkan oleh Fitri bersama rombongannya sebagai bentuk pengenalan budaya lokal kepada pengunjung. Keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa kegiatan desa wisata dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk saling mengenal dan berbagi warisan budaya.

Desa Wisata Fair III resmi dibuka pada Jumat (9/10/2026) dan berlangsung hingga 11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda promosi pariwisata dan budaya Sumatera Barat yang mempertemukan penggerak desa wisata, seniman, konten kreator, peserta lomba fotografi dan videografi, serta pelaku UMKM.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Padang Panjang, Busmar Chandra, membuka kegiatan tersebut di Hotel Aulia. Ia menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara dan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi memeriahkan rangkaian kegiatan.

Kehadiran peserta dari berbagai wilayah memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karakter budaya masing-masing daerah. Tradisi yang ditampilkan bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga sarana mengenalkan nilai, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat kepada generasi yang lebih luas.

Fitri menyampaikan bahwa penampilan bagerai bertujuan memperkenalkan tradisi masyarakat Simpang Sugiran kepada pengunjung. Ia juga berharap partisipasi tersebut dapat mempererat hubungan dan persaudaraan antardaerah di Sumatera Barat.

Kegiatan ini turut dimeriahkan pertunjukan Tambua Cilik, Maestro Randai Mak Katik, Nan Tongga Project, dan Dangdut Solok. Beragam penampilan tersebut memberikan gambaran mengenai kekayaan seni pertunjukan yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat.

Selain pertunjukan seni, Desa Wisata Fair III menghadirkan pasar digital yang menjual produk UMKM dan kuliner tradisional. Pengunjung dapat menikmati pengalaman berbelanja dengan sistem transaksi menggunakan koin, yang menjadi salah satu ciri khas Desa Wisata Kubu Gadang.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Padang Panjang, Dessy Via Chardena, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempromosikan potensi pariwisata sekaligus memperkenalkan tradisi dan kearifan lokal. Pelibatan berbagai komunitas diharapkan membuat promosi budaya berlangsung lebih luas dan menarik.

Peserta lomba fotografi dan videografi serta konten kreator juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Padang Panjang. Dokumentasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu memperkenalkan keunikan daerah melalui berbagai saluran digital.

Dessy berharap Desa Wisata Fair dapat terus diselenggarakan dan berkembang hingga tingkat nasional. Pihaknya telah mengusulkan kegiatan tersebut untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara, sebagai upaya memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.

Melalui pertemuan budaya dalam Desa Wisata Fair III, Kubu Gadang diharapkan semakin dikenal sebagai ruang interaksi antarkomunitas dan pelestarian tradisi. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya merupakan potensi penting yang dapat mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Barat.(gito)