Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padangpanjang

Bukan Hanya untuk Belanja Rumah Tangga, Gerakan Pangan Murah Jadi Penopang UMKM Padang Panjang

1
×

Bukan Hanya untuk Belanja Rumah Tangga, Gerakan Pangan Murah Jadi Penopang UMKM Padang Panjang

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali dilaksanakan Pemerintah Kota Padang Panjang tidak hanya memberikan pilihan belanja terjangkau bagi rumah tangga, tetapi juga membantu pelaku usaha kecil mendapatkan bahan baku. Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Masjid Muhammadiyah, Rabu (7/10/2026), tersebut menghadirkan sejumlah komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha kuliner.

Bagi pelaku UMKM, harga bahan baku memiliki pengaruh langsung terhadap biaya produksi. Kenaikan harga bahan pangan tertentu dapat meningkatkan pengeluaran usaha, terlebih bagi pedagang makanan yang menggunakan bahan tersebut setiap hari.

Kondisi itu dirasakan Elfita, warga Kelurahan Ngalau yang menjalankan usaha ayam geprek. Ia mengaku terbantu dengan pelaksanaan GPM karena dapat memperoleh cabai merah dengan harga yang dinilainya lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Cabai merah menjadi salah satu bahan penting dalam usaha kuliner, terutama bagi produk makanan yang mengandalkan cita rasa pedas. Ketika harga cabai meningkat, pelaku usaha perlu mengatur kembali pengeluaran agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Dalam GPM yang digelar pada 7 Oktober tersebut, cabai merah dijual Rp38.000 per setengah kilogram. Komoditas lainnya meliputi bawang merah seharga Rp20.000 per kilogram, bawang putih Rp12.000 per kilogram, dan kentang Rp10.000 per kilogram.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang, Yetti Sofyarni, menjelaskan bahwa komoditas yang disediakan merupakan bahan pangan yang berpengaruh terhadap pergerakan inflasi. Penyediaan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.

Selain bahan pangan untuk kebutuhan memasak, GPM juga menyediakan ikan mujair dari Balai Benih Ikan dengan harga Rp15.000 per setengah kilogram. Beras dan minyak goreng turut tersedia melalui dukungan Perum Bulog.

Kehadiran berbagai bahan pangan tersebut memberikan alternatif bagi pelaku usaha untuk memenuhi sebagian kebutuhan operasionalnya. Dengan mengatur pembelian berdasarkan kebutuhan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan memperoleh bahan baku dengan harga yang sesuai anggaran.

Tidak hanya berperan sebagai tempat penyediaan bahan pangan, GPM juga melibatkan Kelompok Wanita Tani dan pelaku UMKM yang menawarkan produk mereka. Partisipasi ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan hasil produksi.

Keterlibatan berbagai kelompok usaha dalam kegiatan pangan murah dapat mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan produk, sementara pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan barang dagangannya.

Elfita berharap kegiatan GPM dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan pendapatan dari usaha kecil.

Pemko Padang Panjang diharapkan dapat terus memperkuat pelaksanaan program yang mendukung keterjangkauan pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan penyediaan komoditas yang sesuai kebutuhan, GPM berpotensi memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus membantu pelaku UMKM menghadapi perubahan biaya bahan baku.(gito)