SUMBAR, RELASI PUBLIK — Dalam suasana dini hari yang hening, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menelusuri jalan setapak menuju Dusunllibri Simotung, Nagari Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Rabu (4/3/2026), untuk menyerahkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada keluarga Gatot Subagio (47).
Kedatangan Gubernur saat waktu sahur itu membuat Gatot dan istrinya, Neti Netrawati (43), terkejut. Keluarga dengan lima anak tersebut baru saja bangun untuk menyiapkan santap sahur ketika rombongan tiba.
“Assalamualaikum, kami datang untuk sahur bersama keluarga Pak Gatot, apakah diizinkan,” sapa Mahyeldi hangat.
Di tengah kondisi rumah berdinding tripleks lapuk tanpa plafon dan minim perabotan, Gubernur menyampaikan bahwa rumah tersebut memang layak mendapatkan bantuan perbaikan melalui program bedah RTLH.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertemu langsung dengan Pak Gatot dan keluarga. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu biaya bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan agar rumahnya lebih layak dan nyaman ditempati,” ujar Mahyeldi.
Bantuan bedah rumah sebesar Rp25 juta tersebut bersumber dari Baznas Sumbar. Selain itu, Bank Nagari melalui dana CSR turut menyalurkan bantuan Rp2,5 juta, serta sembako dan Al-Qur’an untuk keluarga tersebut.
Mahyeldi berharap bantuan itu dapat meringankan beban keluarga Gatot sekaligus mempercepat proses perbaikan rumah agar lebih aman dan sehat untuk ditempati.
Sementara itu, Gatot mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya yang selama ini bergantung pada pekerjaan serabutan. Ia menuturkan kebutuhan pendidikan anak-anak kerap menjadi tantangan tersendiri, meskipun anak sulung mereka, Andreanof (25), telah membantu sebagai sopir truk.
Dengan mata berkaca-kaca, keluarga Gatot menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah.
“Terima kasih Pak Gubernur, dengan bantuan ini kami bisa memperbaiki rumah kami,” ucap Gatot haru.
Kunjungan tersebut ditutup dengan sahur bersama antara Gubernur dan Tim Safari Ramadan, menambah hangat suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan. (adpsb/nov/bud














