Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Bangkit Pasca Galodo, Warga Pauh Gotong Royong Bangun Huntara dan Surau Bambu

47
×

Bangkit Pasca Galodo, Warga Pauh Gotong Royong Bangun Huntara dan Surau Bambu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Apresiasi Gotong Royong Warga Kampung Talang Bangun Huntara dan Surau Pascabencana. (Dok. Adpsb)

SUMBAR, RELASI PUBLIK — Semangat gotong royong warga Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dalam bangkit pascabencana banjir bandang (galodo) menuai apresiasi tinggi dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Surau Bambu Talang di lokasi Hunian Sementara (Huntara) Kampung Talang, Senin (19/1/2026). Kawasan ini sebelumnya luluh lantak diterjang bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.

Gubernur Mahyeldi menilai, inisiatif masyarakat yang secara mandiri membangun huntara dan tempat ibadah menggunakan material alam sekitar adalah bukti ketangguhan mental masyarakat Sumbar.

“Kami sangat bangga dan bersyukur. Warga Kampung Talang berperan aktif dalam proses pembangunan huntara, bekerja sama dengan TNI, relawan, serta mahasiswa. Ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat kita,” ujar Mahyeldi.

Simbol Kearifan Lokal

Lebih lanjut, Mahyeldi menyoroti penggunaan material bambu untuk pembangunan surau. Menurutnya, hal ini bukan sekadar efisiensi, melainkan simbol adaptasi masyarakat terhadap lingkungan serta cerminan nilai budaya yang kuat.

“Penggunaan bambu pada surau ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam proses pemulihan pascabencana. Selain ramah lingkungan, bangunan ini juga menyatu harmonis dengan kondisi alam setempat,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Pihak

Huntara mandiri yang berlokasi di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto ini berdiri di atas lahan seluas sekitar tiga hektare. Kompleks ini mampu menampung 10 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.

Perwakilan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Bias, Khalid Syaifullah, menjelaskan bahwa pembangunan ini adalah buah kolaborasi berbagai pihak yang dilandasi kepedulian kemanusiaan.

“Kami bersama warga, TNI, mahasiswa, dan relawan berupaya menghadirkan hunian sementara yang layak. Surau Bambu Talang ini kami beri nama demikian karena materialnya sebagian besar diambil dari bambu di lingkungan sekitar,” terang Khalid.

Ia berharap, keberadaan Huntara dan Surau Bambu ini tidak hanya sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang bagi pulihnya kehidupan sosial dan spiritual warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Kesra Provinsi Sumbar, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto, Babinsa Pauh, tokoh masyarakat, serta warga penghuni Huntara Kampung Talang. (Adpsb/nov/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *