PAINAN, RELASI PUBLIK — Musalla Baitul Mukminin resmi berstatus sebagai masjid, peresmian dihadiri Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, Zainal Arifin. Jum’at 30/01.
Pengurus masjid Baitul Mukminin. Apri Rahyu menyampaikan bahwasanya, perencanaan pengalihan status dari musalla ini sudah lama untuk menjadikan sebagai masjid, dan bisa melaksanakan salat jum’at berjamaah.
“Dan alhamdulillah pada hari ini bisa terwujud, ” tuturnya.
Perihal demikian, tidak luput dari peran serta dari seluruh pihak dalam memuluskan keinginan dari jama’ah.
“Tapi, tidak hanya sampai hari ini, masih panjang perjalanan dalam mewujudkan pembangunan fisik dari masjid Baitul Mukminin, dengan kisaran akan menelan anggaran sekitar Rp 1,8 Milyar, ” tambahnya.
Tokoh masyarakat. Dalisman mengatakan bahwasanya, dengan berdirinya rumah ibadah di wilayah itu akan semakin memberikan peluang kepada masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah dan pengetahuan tentang keagamaan.
“Mari, dimanfaatkan masjid untuk menimba ilmu, melakukan pembinaan serta tempat positif bagi generasi dan jemaah, ” ucapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Taratak dalam kata sambutannya. Suher Farming menyatakan bahwasanya, pembangunan fisik masjid harus diselaraskan dengan pembangunan mental masyarakat sehingga, mencapai harmonisasi antara pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fisik terwujud
“Jangan sampai, masjid megah tapi isinya tidak ada, ini yang harus kita perhatikan secara bersama-sama, kita ramaikan dan manfaatkan keberadaan masjid secara baik, ” tuturnya
Sekretaris Daerah Pesisir Selatan. Zainal Arifin mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam rangka membangun masjid dan dinyatakan sebagai bangunan masjid paling unik dengan desain kapal.
“Selaku Pemda saya sangat mendukung atas apa yang diupayakan oleh masyarakat, ” ucapnya.
Ia melanjutkan, masjid saat ini tidak hanya fokus dijadikan sebagai sarana ibadah, melainkan telah bertransformasi sebagai tempat pembinaan umat.
“Jangan lupa memakmurkan masjid, nantinya akan menjadi rest area, akan terjadi transaksi jual beli antara nasyarakat di sekitar dengan pengunjung yang datang, ” tambahnya.
Menurutnya, pengurus masjid mesti bisa melihat hal – hal positif dengan tumbuhnya masjid, dan bisa mengadopsi sistem di masjid lain yang dinilai memberikan dampak positif terhadap masyarakat atau jemaah.
“Masyarakat tidak hanya berlomba lomba membangun masjid yang lebih baik dan bagus, tidak hanya unik bangunannya,tapi. Juga pelayanannya,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid dengan jumlah sebanyak Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).
Turut dihadiri oleh, Asisten 1 Setakat Pesisir Selatan. Syahrizal Antony, Kepala Bagian Perekonomian. Dailipal, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat. Andi Syafinal, Camat Sutera, Iwal. Wali Nagari Se-Kecamatan Sutera, BamusNag, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. (Ferdi)














