Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TERBARU

Antrean Kapal Tanjung Perak, Pelindo Bantah Tunggu 6 Hari

28
×

Antrean Kapal Tanjung Perak, Pelindo Bantah Tunggu 6 Hari

Sebarkan artikel ini
Antrean kapal Tanjung Perak dilayani di terminal peti kemas Pelindo Surabaya
Aktivitas bongkar muat peti kemas di salah satu terminal Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

SURABAYA, RELASI PUBLIKPT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan informasi yang beredar mengenai adanya antrean kapal hingga enam hari di sejumlah terminal peti kemas yang dikelola perseroan, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pelindo menegaskan bahwa isu Antrean Kapal Tanjung Perak tersebut tidak sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyampaikan bahwa pelayanan bongkar muat peti kemas di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam, dan TPK Berlian berjalan sesuai dengan perencanaan. Ia memastikan tidak terdapat keterlambatan signifikan yang berdampak pada jadwal sandar kapal.

“Kami pastikan tidak ada kapal yang harus antre hingga enam hari untuk mendapatkan pelayanan di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa setiap kapal telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana melalui sistem berthing window. Pelayanan diberikan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, aspek keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

Widyaswendra mengakui bahwa pada periode tertentu, seperti menjelang hari besar keagamaan, sering terjadi peningkatan aktivitas di terminal peti kemas. Lonjakan jumlah muatan dan kunjungan kapal tersebut dapat memengaruhi ritme pelayanan, meskipun pengelola terminal tetap berupaya menjaga kinerja operasional tetap optimal.

“Waktu tunggu layanan bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti kapal datang lebih cepat atau terlambat dari jadwal, peningkatan volume muatan saat hari besar keagamaan, kesiapan alat bongkar muat, hingga faktor alam seperti cuaca dan pasang surut air laut,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar kapal tetap tiba sesuai jadwal dan dapat langsung dilayani. Kalaupun terjadi penundaan, waktu tunggu layanan umumnya berkisar antara 15 hingga 30 jam, bukan sampai berhari-hari seperti yang ramai diberitakan dalam isu Antrean Kapal Tanjung Perak.

Di sisi lain, Pelindo Terminal Petikemas terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan. Pada tahun 2026, perseroan akan mendatangkan empat unit quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG) untuk TPS Surabaya. Selain itu, TPK Berlian juga akan diperkuat dengan dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan tahun 2026.

“Kami terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan di seluruh wilayah kerja, mulai dari Belawan hingga Merauke,” tambah Widyaswendra.

Sementara itu, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven Handry Lesawengan, menyebut pihaknya sempat menerima laporan keterlambatan bongkar muat di TPK Berlian akibat kesiapan alat. Namun, ia menilai pengelola terminal cukup terbuka dan kooperatif dalam mencari solusi terbaik sehingga kegiatan tetap berjalan.

Senada, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mendorong percepatan peremajaan alat bongkar muat agar mampu mengimbangi peningkatan ukuran kapal dan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang terus meningkat.

(Info Pelindo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *