Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAOPINITERBARU

Amerika Serikat dan Strategi Kebijakan Luar Negeri: Dari Kolonialisme ke Penarikan Diri dari 66 Organisasi Internasional

26
×

Amerika Serikat dan Strategi Kebijakan Luar Negeri: Dari Kolonialisme ke Penarikan Diri dari 66 Organisasi Internasional

Sebarkan artikel ini
Novita Sari Yahya. (Dok. Nsy)

Oleh: Novita sari yahya

Pendahuluan: Isu Strategis Amerika di Era Modern

Langkah Amerika Serikat keluar dari 66 organisasi internasional menjadi sorotan besar di panggung global pada awal Januari 2026. Pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena sejumlah organisasi tersebut dianggap tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS, terutama mengenai kedaulatan, keamanan, ekonomi, dan agenda politik tertentu. Kejadian ini membuka diskusi luas tentang posisi AS dalam kerja sama global dan arah kebijakan luar negeri negara tersebut di abad ke-21.

Untuk memahami fenomena ini secara komprehensif, penting pula melihat bagaimana sejarah panjang AS membentuk pandangan dan perilaku negara tersebut dalam hubungan internasional. Dari masa kolonial hingga peperangan internal, nilai-nilai seperti kebebasan dan kedaulatan menjadi narasi sentral dalam politik AS yang terus berkembang.

Sejarah Awal Amerika: Kolonialisasi dan Interaksi dengan Suku Asli

Sejak abad ke-16, bangsa Eropa mulai melakukan perjalanan dan eksplorasi ke daratan yang kini dikenal sebagai wilayah Amerika Utara. Aktivitas kolonialisasi ini menyebabkan konflik berkepanjangan antara pendatang dan suku asli yang disebut suku Indian Amerika. Penduduk asli dihadapkan pada perampasan tanah, penyakit baru, dan peperangan, yang berkontribusi pada hilangnya banyak komunitas dan budaya asli.

Interaksi ini tidak hanya dampak sosial, tetapi juga mencerminkan bagaimana kekuasaan dan kontrol atas tanah serta sumber daya menjadi inti dari hubungan antara kelompok masyarakat yang berbeda. Pertentangan ini menumbuhkan gagasan awal tentang dominasi dan kedaulatan yang kemudian menjadi bagian penting dari identitas nasional Amerika.

Deklarasi Kemerdekaan AS: Semangat Kebebasan dan Solidaritas

Pada 4 Juli 1776, Kongres Kontinental Kedua mengesahkan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, sebuah dokumen yang menyatakan bahwa 13 koloni merdeka dari Kerajaan Inggris. Deklarasi ini menegaskan bahwa semua manusia diciptakan setara dan memiliki hak yang tidak dapat dicabut, termasuk hak hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan. Thomas Jefferson menjadi penulis utama dokumen ini, yang kemudian ditandatangani oleh delegasi Kongres.

Meskipun George Washington bukan penulis Deklarasi tersebut, perannya sangat penting sebagai Panglima Angkatan Darat Kontinental yang menyebarkan dan membacakan isi Deklarasi kepada pasukannya pada 9 Juli 1776 di New York, untuk meningkatkan semangat mereka dalam perang melawan Inggris. Pembacaan ini memperkuat solidaritas di antara pasukan dan menjadi simbol awal perjuangan kebebasan bangsa baru ini.

Nilai kebebasan yang dicetuskan dalam Deklarasi menjadi bagian penting dalam narasi nasional dan sering dirujuk dalam kebijakan luar negeri AS yang menekankan hak asasi manusia dan demokrasi.

Perang Saudara Amerika (1861-1865): Konflik Internal dan Akhir Perbudakan

Perang Saudara Amerika adalah konflik besar dalam sejarah AS yang berlangsung dari tahun 1861 sampai 1865. Perang ini berakar dari perbedaan pandangan tentang perbudakan, kekuasaan pemerintah federal versus hak negara bagian, serta persaingan ekonomi antara utara dan selatan.

Penyebab Utama Perang

1. Perbudakan sebagai Isu Utama
Wilayah Selatan mengandalkan ekonomi agraris berbasis budak untuk mendukung produksi komoditas besar seperti kapas dan tembakau. Sementara itu, wilayah Utara yang lebih industrial berkembang dengan tenaga kerja bebas dan menolak perluasan perbudakan.

2. Perbedaan Ekonomi
Struktur ekonomi yang berbeda antara Utara dan Selatan menciptakan kebijakan yang saling bertentangan, yang berpengaruh besar terhadap arah politik nasional.

3. Hak Negara Bagian vs. Kedaulatan Federal
Wilayah Selatan menekankan hak negara bagian untuk menentukan kebijakan mereka sendiri, termasuk mempertahankan perbudakan. Utara, di sisi lain, mendukung kekuasaan federal yang lebih kuat, khususnya untuk mengakhiri perbudakan.

4. Pertentangan Politikal
Terpilihnya Abraham Lincoln, seorang politisi yang menentang perluasan perbudakan, dipandang sebagai ancaman besar oleh negara bagian Selatan. Hal ini memicu 11 negara bagian Selatan memisahkan diri dan membentuk Konfederasi, yang kemudian memicu pecahnya perang.

Perang ini berakhir dengan kemenangan pihak Utara. Salah satu hasil pentingnya adalah penghapusan perbudakan melalui Proklamasi Emansipasi dan penguatan otoritas pemerintah federal. Peristiwa ini tidak hanya mengakhiri perbudakan di AS, tetapi juga memperkuat konsep persatuan nasional yang menentang pemisahan wilayah atas nama hak negara bagian.

Kontradiksi antara Narasi Kebebasan dan Praktik Politik Internasional

Sepanjang sejarahnya, Amerika sering menonjolkan nilai-nilai seperti kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia. Namun dalam dinamika global modern, beberapa kebijakan luar negeri AS terkadang dipandang berbeda oleh masyarakat internasional. Salah satu contoh terbaru adalah keputusan untuk keluar dari 66 organisasi internasional Langkah yang dipandang sebagai mundurnya AS dari beberapa mekanisme kerja sama global yang telah terbangun sejak Perang Dunia II.

Amerika Serikat Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Latar Belakang Keputusan

Pada 7 Januari 2026, Presiden Donald Trump menandatangani Memorandum Kepresidenan yang memerintahkan Amerika Serikat menarik diri dari 66 organisasi internasional yang dinilai pemerintahannya tidak lagi melayani kepentingan AS—baik dalam hal keamanan, ekonomi, maupun kedaulatan nasional.

Dalam kebijakan tersebut dijelaskan bahwa AS akan menghentikan partisipasi dan pendanaan terhadap 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas PBB yang dianggap bertentangan dengan prioritas nasional. Pemerintah AS menyatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut memiliki agenda globalis, berlebihan dalam cakupan tugasnya, atau mismanaged sehingga tidak lagi efektif bagi kepentingan AS.

Rasionalisasi dan Kritik

Menurut pernyataan Gedung Putih, tindakan ini dilakukan untuk menyimpan sumber daya nasional dan memfokuskan dana serta energi pada prioritas domestik yang lebih sesuai dengan kepentingan warga Amerika.

Namun, keputusan ini mendapat kritik dari berbagai pihak:

1. Kekecewaan United Nations (PBB)
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan kekecewaannya atas keputusan AS tersebut, terutama karena beberapa organisasi itu didanai melalui anggaran reguler yang merupakan bagian dari kewajiban negara anggota.

2. Ahli dan Akademisi Internasional
Para pengamat internasional menilai langkah ini dapat melemahkan kerjasama global dalam menghadapi isu besar seperti perubahan iklim, kesehatan global, dan hak asasi manusia, yang memerlukan koordinasi multilateral.

3. Potensi Kekosongan Kepemimpinan Global
Beberapa analis juga mengungkapkan bahwa mundurnya AS dari sejumlah organisasi ini bisa menciptakan kekosongan yang dapat diisi oleh negara lain, termasuk China dan blok negara lain yang tetap mendukung multilateralisme.

Organisasi yang Termasuk dalam Penarikan

Daftar lengkap 66 organisasi terlalu panjang untuk ditulis satu per satu di sini, tetapi beberapa contoh pentingnya meliputi:

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) — badan utama untuk negosiasi perubahan iklim yang mendasari Perjanjian Paris.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) — panel ilmiah global tentang perubahan iklim.

UN Population Fund — badan PBB yang menangani kesehatan reproduksi dan populasi.

UNESCO — badan PBB untuk pendidikan, sains, dan budaya.

International Solar Alliance — organisasi global untuk energi surya yang dipimpin oleh India dan Prancis.

Penarikan ini juga mencakup badan-badan yang bergerak di bidang keamanan, migrasi, kesehatan dunia, dan hubungan kerja internasional.

Dampak Global dan Tantangan Ke Depan

Terhadap Isu Iklim

Langkah keluar AS dari UNFCCC dan badan-badan terkait dipandang sebagai kemunduran diplomasi iklim global. Hal ini memicu kekhawatiran tentang kemampuan negara lain untuk mencapai target pengurangan emisi dan stabilisasi suhu global.

Terhadap Kerjasama Kesehatan dan Hak Asasi

Penarikan dari badan seperti WHO dan UNHRC diperkirakan dapat mengurangi pengaruh AS dalam pengambilan keputusan internasional seputar kesehatan global dan HAM.

Respon Negara Lain

Negara lain, termasuk China, menegaskan dukungan mereka terhadap multilateralisme dan menunjukkan kesiapan untuk terus berpartisipasi aktif dalam badan PBB, meskipun AS mundur.

Kesimpulan: Refleksi Sejarah dan Kebijakan

Dari masa kolonial hingga era modern, sejarah Amerika Serikat dibentuk oleh konflik internal dan ekspansi ide tentang kebebasan, kedaulatan, dan kekuasaan. Nilai-nilai ini tercermin dalam berbagai kebijakan luar negeri AS, termasuk saat negara tersebut mengambil keputusan penting seperti mundur dari 66 organisasi internasional karena dianggap bertentangan dengan kepentingan nasionalnya.

Keputusan ini memperlihatkan perubahan arah yang tajam dari tradisi multilateralisme yang pernah didukung AS setelah Perang Dunia II, menuju pendekatan yang lebih unilateralitas dan nasionalistis. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam hubungan bilateral, tetapi juga dalam kapasitas kerja sama menghadapi tantangan global bersama, dari perubahan iklim hingga kesehatan publik.

Referensi

1. CNN Indonesia — Daftar 66 Organisasi Internasional
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260108104703-134-1314811/daftar-66-organisasi-internasional-yang-ditinggalkan-amerika-serikat

2. American Presidency Project — White House Fact Sheet (2026)
https://www.presidency.ucsb.edu/documents/white-house-fact-sheet-president-donald-j-trump-withdraws-the-united-states-from

3. ANTARA — Trump Tarik AS Keluar dari Keanggotaan 66 Organisasi Internasional
https://www.antaranews.com/berita/5338701/trump-tarik-as-keluar-dari-keanggotaan-66-organisasi-internasional

4. ANTARA — Trump Perintahkan Penarikan AS dari 66 Organisasi Internasional
https://www.antaranews.com/berita/5340045/trump-perintahkan-penarikan-as-dari-66-organisasi-internasional

5. Sindonews International — Suku Indian Amerika
https://international.sindonews.com/read/561380/42/mengenal-suku-indian-amerika-yang-disingkirkan-pendatang-kulit-putih-1633547407/5

6. El País — US Withdraws from 66 Multilateral Organizations
https://english.elpais.com/usa/2026-01-08/us-withdraws-from-66-multilateral-organizations.html

Novita sari yahya
Penulis dan peneliti

Buku yang Diterbitkan:
1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen
2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
3. Novita & Kebangsaan
4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri
7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi
8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu
Pemesanan Buku: 089520018812

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *