PAINAN, RELASI PUBLIK – Program Optimalisasi Lahan Non Rawa yang dilaksanakan oleh Keltan P3A Saiyo di Nagari Taluk Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan dengan anggaran Rp80,8 juta menuai sorotan tajam dari petani.
Alih-alih meningkatkan produktivitas, program ini justru dinilai menimbulkan risiko kerugian dan ancaman gagal panen bagi masyarakat.
“Masalah utamanya terletak pada pembangunan irigasi yang tidak dikerjakan secara menyeluruh dan tidak merata, ” Ucap. Salah satu sumber anonim. Minggu 25/01.
Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan luapan air dan masuk ke areal persawahan milik masyarakat.
“Luapan tersebut tidak hanya membawa air, tetapi juga material berupa pasir dan kerikil kecil yang mengendap di sawah dan juga merusak struktur tanah, ” Tuturnya.
Sehingga, tambahnya. Kondisi ini membuat lahan pertanian menjadi tidak layak untuk digarap. Dan jika tetap dipaksakan untuk turun ke sawah dalam situasi seperti sekarang, potensi gagal panen sangat besar dan kerugian petani tidak dapat dihindari.
Terkait Permasalahan ini Kepala BPP Batang Kapas, Yonizaldi Hakim beberapa waktu lalu, menyatakan akan turun ke lapangan untuk meninjau kondisi irigasi. Akan tetapi hingga saat ini, petani di sekitar menyampaikan bahwa kondisi di lapangan belum menunjukkan adanya perbaikan yang berarti.
Sebelumnya, disampaikan pula oleh Yonizaldi bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan tidak dikerjakannya seluruh ruas irigasi.
Namun petani menilai persoalan ini tidak semata-mata soal anggaran, melainkan juga akibat tidak adanya sosialisasi dan perencanaan partisipatif sebelum kegiatan dilaksanakan. Akibatnya, pembangunan irigasi tidak sepenuhnya menyesuaikan dengan kondisi riil lahan dan kebutuhan petani di lapangan.
Petani dan masyarakat berharap pihak terkait tidak menutup mata terhadap dampak yang telah terjadi.
Evaluasi menyeluruh dan perbaikan teknis dinilai mendesak agar program yang dibiayai dari anggaran negara benar-benar memberikan manfaat, bukan justru memindahkan risiko kepada petani sebagai penerima dampak langsung. (Ferdi)














