Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Lahat

ASN Puskesmas Merapi II Nyatakan Mosi Tak Percaya Desak Pemkab Lahat Ganti Kepala Puskes

7
×

ASN Puskesmas Merapi II Nyatakan Mosi Tak Percaya Desak Pemkab Lahat Ganti Kepala Puskes

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat — Situasi internal Puskesmas Merapi II, Kabupaten Lahat, dikabarkan memanas. Hampir seluruh aparatur sipil negara (ASN) disebut menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kepala Puskesmas Merapi II, Eka Agustina, SKM, sekaligus mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat segera melakukan evaluasi dan pergantian pimpinan.

Desakan tersebut mencuat di tengah sejumlah persoalan yang dipertanyakan pegawai, mulai dari transparansi pengelolaan anggaran hingga dugaan sikap kepemimpinan yang dinilai arogan.

Nov (39) pegawai Puskes Merapi II didampingi ASN lainnya mengungkapkan, adanya sejumlah hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Di antaranya menyangkut pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2026, dana PNP, serta dana kerja sama dengan perusahaan.

Menurut Nov, pengelolaan dana tersebut perlu diperiksa secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan pegawai.

“Bukan hanya persoalan pengelolaan dana BOK tahun 2026 tak sesuai prosesur, tetapi juga dana PNP yang dikelola sendiri serta dana kerja sama dengan perusahaan yang dinilai tidak transparan,” ungkapnya. Senin (12/10/2026)

Selain itu, seluruh pegawai juga menyoroti gaya kepemimpinan kepala puskesmas yang menurutnya menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kerja.

Ia menilai Pemkab Lahat perlu turun tangan untuk menelusuri persoalan tersebut secara objektif, termasuk mendengarkan keterangan para pegawai yang menyampaikan keberatan.

“Kepala puskesmas pernah menunjukkan sikap arogan dan merasa memiliki perlindungan dari pejabat tertentu di Kabupaten Lahat sehingga sulit untuk diganti, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Merapi II, Eka Agustina, SKM dikonfirmasi beberapa waktu lalu, khususnya terkait berita viral mengenai penyelewengan dana BOK sangat tidak benar, mengenai berbagai tudingan tersebut. Dan akan melaporkan akun tersebut karena telah memberikan berita bohong ke publik.

“Itu tidak benar dek, dan saya sudah bekerja sesuai tupoksi, dan nanti akan saya laporkan akun penyebar hoaks penyelewenhan dana BOK dan lainnya tersebut ke Polisi,” pungkasnya. (EY)